Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com — Polres Kaur menggelar latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang strategis pada Jumat (9/10/2026), bertempat di depan Markas Komando Polres Kaur, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan menguji dan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam merespons berbagai situasi darurat yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan berjalan resmi dihadiri Tim Supervisi dan Asistensi dari Polda Bengkulu, yang dipimpin oleh Kombes Pol. Pontjo Soediantoko, S.I.K., M.H., didampingi Direktur Samapta serta Komandan Satuan Brimob. Kehadiran tim ini menegaskan pentingnya kegiatan tersebut dalam kerangka pengawasan dan peningkatan kemampuan kepolisian di tingkat daerah. Kapolres Kaur, AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P., memimpin langsung pelaksanaan latihan tersebut.
Dalam simulasi yang disusun secara realistis, skenario menggambarkan situasi ketegangan memuncak akibat kebijakan yang dalam latihan digambarkan menaikkan pajak hingga 1.000 persen. Kebijakan tersebut memicu gelombang aksi unjuk rasa warga yang bergerak menuju kompleks kantor DPRD Kabupaten Kaur untuk menyampaikan penolakan secara damai namun masif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Personel Polres Kaur mempraktikkan secara utuh tahapan penanganan aksi massa: mulai dari penyusunan kekuatan, pengamanan titik strategis, pengendalian massa, upaya negosiasi, hingga langkah pembubaran yang tetap menjaga prinsip hukum dan kemanusiaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa situasi dapat dikendalikan dengan tertib tanpa terjadinya eskalasi kekerasan yang tidak diinginkan.
Kapolres Kaur menegaskan bahwa latihan Sispamkota bukan sekadar rutinitas prosedural, melainkan pengujian nyata kesiapan institusi. “Penanganan aksi unjuk rasa harus dilakukan secara profesional, humanis, dan terukur, tanpa mengorbankan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara sah di muka umum,” tegasnya.
Selain keterampilan teknis, latihan ini juga memperkuat aspek kedisiplinan, soliditas tim, dan sinergi antarunsur kepolisian. Semangat ini dinilai krusial agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara cepat, tepat, dan akuntabel di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Tim Supervisi Polda Bengkulu melaksanakan pengamatan menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan. Aspek kesiapan personel, ketepatan pengambilan keputusan, efektivitas komunikasi, serta penerapan prinsip proporsionalitas dalam pengamanan menjadi fokus utama evaluasi yang akan dijadikan acuan peningkatan kinerja ke depan.
Melalui kegiatan ini, Polres Kaur menegaskan komitmennya: menjaga stabilitas keamanan bukan hanya tugas menjaga ketertiban, tetapi juga menjamin hak-hak warga negara. Kesiapsiagaan yang teruji hari ini adalah jaminan nyata kehadiran negara yang melindungi dan melayani seluruh masyarakat Kabupaten Kaur.
(Okawa)












