Anggota DPRD Rio Candra Angkat Persoalan Pelayanan RS Cahya Batin dalam Rapat Lintas Komisi

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAUR – Rapat kerja lintas komisi DPRD Kabupaten Kaur terkait pelaksanaan kegiatan Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun Anggaran 2026 digelar di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kabupaten Kaur. Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan krusial pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan, menjadi sorotan utama.

Anggota DPRD Kabupaten Kaur, Rio Candra, secara tegas menyampaikan keluhan masyarakat terkait pelayanan di Rumah Sakit Cahya Batin Kabupaten Kaur. Ia menyoroti masalah minimnya ketersediaan obat-obatan yang kerap terjadi saat masyarakat menjalani pengobatan.

Menurut Rio, tidak jarang resep yang telah dituliskan oleh dokter di rumah sakit tidak dapat dipenuhi sepenuhnya oleh pihak rumah sakit. Akibatnya, pasien terpaksa membeli obat di luar rumah sakit.

“Keluhan masyarakat hampir sama, obat yang diresepkan dokter sering tidak lengkap. Yang murah tersedia, sementara obat yang harganya mahal justru sering kosong. Ini tentu sangat membebani masyarakat, apalagi yang kondisi ekonominya terbatas,” tegas Rio Candra dalam rapat tersebut.

Selain persoalan obat, Rio Candra juga menyoroti minimnya jumlah dokter jaga di RS Cahya Batin. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas dan kecepatan pelayanan kesehatan, terutama pada jam-jam tertentu.

Baca Juga :  Paripurna HUT Kaur Hancur oleh 7 Kursi Kosong, Ketua FKPB: Badan Kehormatan DPRD Wajib Bertindak Tertibkan Anggota yang Lupa Sejarah dan Amanah

Rio Candra, turut menambahkan persoalan sulitnya proses rujukan pasien dari RS Cahya Batin ke rumah sakit rujukan yang lebih tinggi.

Rio Candra menyampaikan bahwa keluhan terkait rujukan pasien ini sudah cukup lama disuarakan masyarakat. Tidak sedikit pasien yang seharusnya segera dirujuk justru harus menunggu lama karena proses administrasi dan sistem yang dinilai berbelit.

“Kesulitan rujukan pasien ini sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Pasien dalam kondisi membutuhkan penanganan lanjutan, tapi proses rujukan sering terhambat,” ungkap Rio Candra dalam rapat lintas komisi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen RS Cahya Batin Kabupaten Kaur membenarkan adanya kendala dalam proses rujukan. Mereka menjelaskan bahwa saat ini sistem rujukan sudah berbasis online, sehingga tidak bisa dilakukan secara langsung seperti sebelumnya.

“Memang kami juga merasakan sulitnya rujukan sekarang. Karena sistemnya online, pasien harus terlebih dahulu diterima oleh rumah sakit tujuan rujukan. Jika belum diterima, maka rujukan belum bisa dilakukan,” jelas pihak manajemen rumah sakit.

Pihak manajemen RS Cahya Batin Kabupaten Kaur juga memberikan penjelasan. Mereka menyampaikan bahwa pada tahun 2026 telah dilakukan penambahan tenaga dokter. Jumlah dokter umum yang sebelumnya hanya empat orang kini bertambah menjadi enam orang. Sementara itu, dokter PNS yang sebelumnya berjumlah enam orang kini telah bertambah menjadi tujuh orang.

Baca Juga :  Keluh Kesah Petani Sawit Kaur, DPRD dan Dinas Terkait Belum Ada Tanggapan

Terkait ketersediaan obat-obatan, pihak rumah sakit menegaskan bahwa tidak benar jika disebut obat mahal tidak bisa diklaim dan obat murah selalu tersedia. Rumah sakit saat ini menerapkan penggunaan obat generik dan obat paten, dengan kebijakan mengutamakan obat generik.

“Kami memang mengarahkan pasien untuk menggunakan obat generik. Jika dalam kondisi tertentu dan terdesak, barulah menggunakan obat paten. Prinsip kami, mengutamakan obat-obatan yang tersedia di rumah sakit,” jelas perwakilan manajemen RS Cahya Batin.

Mengenai pengklaiman obat, pihak rumah sakit menyebutkan bahwa klaim tetap ada dan nilai klaim disesuaikan dengan harga obat yang dibeli oleh rumah sakit, sehingga tidak merugikan pasien maupun pihak penjamin.

Rapat kerja lintas komisi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Kaur, khususnya di RS Cahya Batin, dapat terus ditingkatkan demi menjawab keluhan dan kebutuhan masyarakat.

Penulis : Zoni ap

Editor : Zn

Berita Terkait

Perda Penertiban Hewan Ternak Disosialisasikan Secara Gencar di Kaur Selatan
Hati Peka, Tanggap Sigap: Bupati Kaur Bantu Korban Kecelakaan di Depan Indomaret Sukarame
Demi Kemajuan Daerah, Bupati Kaur Perintahkan Penertiban Hewan Ternak Tanpa Kompromi
Dukung Produktivitas ASN, Dinkes Kaur Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis
Bupati Kaur Beri Instruksi Tegas: Pemilik Ternak Membandel Tak Akan Diberi Ampun
Sisman Sidi Pimpin APKASINDO Kabupaten Kaur 2026–2030, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Petani
Peringatan Bhayangkara ke‑80, Polres Kaur Perkuat Sinergi dan Pengabdian kepada Masyarakat
Bupati Kaur Hadiri HUT Bhayangkara ke-80: Perkuat Sinergi Polri dan Pemda Demi Daerah Aman dan Maju
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 11:39 WIB

Perda Penertiban Hewan Ternak Disosialisasikan Secara Gencar di Kaur Selatan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:30 WIB

Hati Peka, Tanggap Sigap: Bupati Kaur Bantu Korban Kecelakaan di Depan Indomaret Sukarame

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:01 WIB

Demi Kemajuan Daerah, Bupati Kaur Perintahkan Penertiban Hewan Ternak Tanpa Kompromi

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:59 WIB

Dukung Produktivitas ASN, Dinkes Kaur Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:56 WIB

Bupati Kaur Beri Instruksi Tegas: Pemilik Ternak Membandel Tak Akan Diberi Ampun

Berita Terbaru