Warga Kaur Digegerkan Penemuan Bayi di Kolong Jembatan Padang Guci

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAUR — Pagi yang seharusnya tenang di kawasan Padang Guci berubah menjadi adegan memilukan. Di bawah dinginnya kolong jembatan, seorang bayi perempuan yang baru saja dilahirkan ditemukan tergeletak tanpa pelindung, seolah dititipkan pada nasib, Rabu (14/1/2026).

Tak ada selimut, tak ada tanda pengenal, hanya tubuh mungil yang masih rapuh menahan udara lembap di bawah jembatan. Bayi itu ditemukan warga dalam kondisi hidup, namun jelas membutuhkan pertolongan cepat. Tangisannya menjadi saksi bisu dari sebuah keputusan yang diduga lahir dari keputusasaan.

Warga yang pertama kali melihat pemandangan tersebut mengaku terkejut dan panik. Tanpa banyak pikir, mereka langsung mengamankan bayi dan menghubungi aparat serta petugas medis. Detik-detik penyelamatan berlangsung di tengah rasa haru dan kecemasan.

Bayi kemudian dilarikan ke Puskesmas Tanjung Kemuning untuk mendapatkan perawatan intensif. Dari pemeriksaan awal, tenaga kesehatan menyatakan kondisi bayi cukup stabil, meski membutuhkan pemantauan lanjutan akibat usia kelahiran yang sangat dini dan lingkungan penemuan yang berisiko.

Di sisi lain, aparat kepolisian bergerak cepat. Garis polisi dipasang, lokasi diperiksa, dan keterangan warga dikumpulkan. Penyelidikan kini difokuskan pada upaya mengungkap siapa yang tega meninggalkan bayi tersebut di tempat yang rawan dan jauh dari jangkauan pertolongan.

Baca Juga :  Pemkab Kaur Luncurkan Program Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

Kasus ini sontak menyulut emosi publik. Banyak warga mempertanyakan di mana nurani pelaku, dan mengapa bayi yang tak berdosa harus menjadi korban. Aparat menegaskan, pengusutan akan dilakukan hingga tuntas, demi memastikan keadilan dan perlindungan bagi sang bayi.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi kita semua—bahwa di balik geliat pembangunan dan rutinitas harian, masih ada jerit kemanusiaan yang nyaris tak terdengar, hingga akhirnya ditemukan di kolong jembatan.

Penulis : Zoni ap

Editor : Zn

Berita Terkait

Jaga Kondusivitas Wilayah: Polres Kaur Gelar Patroli Malam, Sita 311 Botol Miras dari Empat Lokasi
Menanam Asa, Memanen Masa Depan: SMP Negeri 6 Kaur Budidayakan Pepaya California, Tanamkan Kolaborasi dan Kreativitas Sejak Dini
Cemas Berubah Bahagia: Nelayan Hilang di Laut Kaur Ditemukan Hidup, Kapolres Imbau Keselamatan Pelaut
Terlihat Semua Orang Lewat: SDN 38 Kaur di Jalan Nasional Rusak Parah, Di Tengah Dana Revitalisasi APBN Mengalir
TPU Tepi Jalan Nasional Tanjung Kemuning Tumbuh Semak Belukar: Di Pusat Kota, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Dugaan Menghindari Konfirmasi: Kepsek SDN 128 Kaur Diduga Belum Jelaskan Pengelolaan Dana Revitalisasi APBN Rp385 Juta
Dana Desa Bekerja Nyata: Jalan ke Persawahan Talang Marap Mulai Dikerjakan
Semangat Kebangsaan Membara: SDN 4 Kaur Gelar Perlombaan Sambut HUT RI ke-81, Tanam Cinta Tanah Air Sejak Dini
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Jaga Kondusivitas Wilayah: Polres Kaur Gelar Patroli Malam, Sita 311 Botol Miras dari Empat Lokasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Menanam Asa, Memanen Masa Depan: SMP Negeri 6 Kaur Budidayakan Pepaya California, Tanamkan Kolaborasi dan Kreativitas Sejak Dini

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Cemas Berubah Bahagia: Nelayan Hilang di Laut Kaur Ditemukan Hidup, Kapolres Imbau Keselamatan Pelaut

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Terlihat Semua Orang Lewat: SDN 38 Kaur di Jalan Nasional Rusak Parah, Di Tengah Dana Revitalisasi APBN Mengalir

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:24 WIB

TPU Tepi Jalan Nasional Tanjung Kemuning Tumbuh Semak Belukar: Di Pusat Kota, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru