PUSTAKARAKYAT.COM– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan nasional yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan kualitas generasi muda. Tujuannya mulia: memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak. Namun di balik implementasinya, muncul pertanyaan kritis dari masyarakat terkait arah prioritas kebijakan pemerintah.
Sorotan tajam mengarah pada alokasi anggaran program tersebut. Di lapangan, perhatian terhadap operasional MBG—termasuk pengadaan, distribusi, hingga upah tenaga pengantar makanan—dinilai cukup signifikan. Ironisnya, kondisi ini kontras dengan nasib guru honorer yang selama bertahun-tahun mengabdi di dunia pendidikan dengan penghasilan yang jauh dari kata layak.
Guru honorer tidak hanya hadir mengajar, tetapi juga mendidik, membentuk karakter, dan menjadi fondasi utama lahirnya generasi cerdas. Namun hingga kini, banyak dari mereka masih terjebak dalam ketidakpastian status. Proses pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kerap tersendat, dengan alasan klasik: keterbatasan anggaran.
Situasi ini menimbulkan kegelisahan publik. Bukan untuk merendahkan profesi sopir atau tenaga distribusi MBG—setiap pekerjaan memiliki peran penting. Namun ketimpangan penghargaan antara tenaga pendidik dan sektor pendukung program lain memunculkan kesan adanya ketidakadilan dalam penentuan skala prioritas.
Lebih memprihatinkan, ketika terjadi persoalan dalam pelaksanaan MBG, pihak penyaji atau pengantar makanan sering menjadi sasaran masalah. Padahal, mereka hanya bagian dari sistem besar kebijakan yang dirancang di tingkat pusat.
Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada program populis yang terlihat secara kasat mata, tetapi juga menaruh perhatian serius pada kesejahteraan guru. Sebab, tanpa guru yang sejahtera dan dihargai, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa hanya akan menjadi slogan semata.
Di titik inilah publik bertanya: sudahkah negara benar-benar menempatkan guru sebagai pilar utama pembangunan, atau justru membiarkan mereka terus terpinggirkan di tengah gemuruh program.
Penulis : Zoni ap
Editor : Zn
Sumber Berita: https://youtu.be/z7HBwd6moj8?si=aSH1LMvCVr_0hGxm











