Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur, Lisarmawan, S.Kom., M.AP., memimpin tim pengawasan melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi-lokasi pembangunan pendidikan yang bersumber dari Dana Revitalisasi APBN Tahun Anggaran 2026, Senin (12/10/2026). Peninjauan ini mencakup wilayah Kecamatan Tetap dan Kecamatan Semidang Gumay, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah memastikan akuntabilitas dan kualitas sarana pendidikan.
Empat satuan pendidikan yang menjadi fokus utama meliputi SMP Negeri 31 Kaur, SD Negeri 07 Kaur, SD Negeri 08 Kaur, dan SD Negeri 26 Kaur. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan progres pembangunan berada pada rentang 40 persen hingga 70 persen, berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
“Sejauh ini, seluruh kegiatan berjalan lancar dan belum ada kendala berarti yang menghambat proses pelaksanaan,” tegas Lisarmawan di hadapan para pendidik, pelaksana proyek, dan warga di lokasi. Keterbukaan ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas penggunaan dana pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lisarmawan menegaskan, kegiatan pemantauan ini akan terus berlangsung secara berkesinambungan ke seluruh sekolah yang menerima bantuan revitalisasi Tahun 2026, mengingat dana ini bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengawasan menyeluruh dilakukan agar setiap tahapan pembangunan dapat dipantau secara langsung dan akuntabel di setiap lokasi.
Ia berharap setiap tahapan pembangunan benar-benar dilaksanakan dengan standar kualitas terbaik, berjalan hingga tuntas tepat waktu, dan menghasilkan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat luas di Kabupaten Kaur.
Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Kabupaten Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., dan Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pd.I., yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Pemerintah daerah menjadikan pendidikan berkualitas sebagai investasi jangka panjang yang tak ternilai bagi masa depan generasi penerus.
Pengawasan berjenjang dan pemantauan berkala dilakukan untuk menjamin setiap rupiah dana yang dikelola menghasilkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak digunakan. Prinsip tepat guna dan tepat sasaran menjadi pedoman utama dalam program revitalisasi sekolah yang bersumber langsung dari APBN ini.
Dengan berjalannya proyek secara kondusif dan terkendali, masyarakat berharap infrastruktur pendidikan yang memadai akan terwujud merata di seluruh pelosok daerah. Langkah ini menjadi pondasi kuat agar generasi muda Kabupaten Kaur kelak semakin berdaya, cerdas, dan mampu bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga di kancah nasional maupun internasional.
(Okawa)












