KAUR || Pustakarakyat.com – Semangat membangun dan harapan besar menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Kaur. Menyemarakkan momen istimewa yang penuh makna ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kaur, Lisarmawan, S.Kom., M.A.P., menyampaikan ucapan selamat dan pandangan mendalamnya secara khusus di ruang kerjanya, Rabu (20/05/2026). Ia menegaskan, perayaan ini serta gelaran akbar Festival Gurita bukan sekadar seremonial belaka, melainkan langkah nyata dan strategis untuk mewujudkan cita-cita luhur: Kabupaten Kaur yang maju dan masyarakat yang sejahtera.
Duduk tenang di balik meja kerjanya, pejabat yang memegang kendali dunia pendidikan dan pelestarian budaya di daerah ini menjelaskan dengan nada halus namun tegas, tajam, dan sangat menyentuh hati. Menurutnya, usia ke-23 bagi sebuah daerah bukanlah angka yang kecil, melainkan bukti keteguhan, kematangan, dan kedewasaan dalam melangkah beriringan menuju puncak kemajuan. Di usia inilah, segala potensi emas yang dikaruniai Tuhan kepada daerah ini haruslah dipoles, ditampilkan, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kebaikan dan kebahagiaan seluruh warganya.
“Atas nama pribadi dan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun yang ke-23 kepada daerah tercinta kita. Semoga di usia yang semakin dewasa ini, Kaur senantiasa tumbuh kokoh menjadi daerah yang maju pesat di segala sektor kehidupan, dan seluruh masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan yang nyata, terasa lahir maupun batin,” ujar Lisarmawan membuka pembicaraan, penuh harap tulus dan doa yang mendalam.
Lebih lanjut, Lisarmawan menyoroti peran sangat vital dan makna mendalam dari Festival Gurita yang menjadi ikon kemeriahan tahunan ini. Baginya, festival andalan pemerintah daerah ini bukan sekadar pesta rakyat biasa, melainkan wadah sempurna yang merangkum seluruh kekayaan sejati Bumi Sease dan Seijean. Di sinilah pendidikan karakter, pelestarian budaya luhur, promosi pariwisata memukau, dan penggerak ekonomi kerakyatan bertemu menyatu menjadi satu kekuatan besar yang dahsyat.
“Festival Gurita ini memiliki makna yang sangat dalam dan strategis bagi masa depan kita. Ia adalah panggung agung di mana kita memperkenalkan jati diri kita yang sesungguhnya kepada dunia luar. Di sana, budaya leluhur kita yang luhur kita tampilkan dengan bangga, karya kreativitas anak bangsa kita kita unjukkan kualitasnya, dan hasil bumi serta produk unggulan warga kita kita pasarkan secara luas. Ini sama sekali bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pendidikan karakter, benteng pelestarian budaya, dan juga mesin penggerak roda ekonomi yang dampaknya sangat nyata dirasakan hingga ke pelosok desa,” jelas Lisarmawan dengan rinci dan penuh keyakinan.
Kepala Disdikbud ini pun memandang kegiatan akbar ini sebagai salah satu kunci utama untuk memacu laju pembangunan daerah yang berkelanjutan. Seperti yang telah menjadi cita-cita dan harapan bersama seluruh elemen bangsa, gelaran ini diyakini mampu menyedot kedatangan ribuan tamu dan wisatawan dari berbagai penjuru. Dampak bergulirnya perputaran uang di daerah, bertambahnya pendapatan langsung masyarakat, hingga potensi meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadi rantai manfaat yang tak terpisahkan dan saling menguatkan. Semuanya bermuara pada satu tujuan mulia: kemajuan daerah yang kokoh dan kesejahteraan rakyat yang hakiki.
“Ketika tamu berdatangan dengan ramainya, maka roda ekonomi kita akan berputar sangat kencang. Ketika produk dan budaya kita dikenal luas dan dicari orang, maka nilai jual dan harga diri kita pun ikut meningkat. Dana yang berputar dan masuk ke kas daerah ini kelak akan menjadi kekuatan nyata bagi kita untuk membiayai kelanjutan pembangunan, termasuk peningkatan kualitas pendidikan generasi muda serta pelestarian warisan budaya kita yang tak ternilai harganya. Ini adalah siklus yang sangat indah dan saling menguntungkan, di mana kita bangun bersama, kita nikmati hasilnya bersama, dan kita melangkah maju bersama-sama,” tegas Lisarmawan, menyentuh naluri kebersamaan dan rasa memiliki setiap warga Kabupaten Kaur.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, mulai dari para pendidik, pelajar, seniman, budayawan, pelaku usaha, hingga warga biasa di desa-desa, untuk merapatkan barisan dan bersatu hati. Dukungan, partisipasi aktif, serta rasa memiliki yang tinggi terhadap acara ini adalah modal paling berharga agar Kaur terus mampu melangkah jauh melampaui batas.
“Mari kita jadikan momen istimewa HUT ke-23 dan gelaran Festival Gurita ini sebagai api semangat baru yang membara di dada kita semua. Semangat untuk terus belajar, berkarya tanpa henti, menjaga warisan nenek moyang, dan bekerja keras membangun negeri ini. Mari kita buktikan kepada semua orang bahwa Kabupaten Kaur ini mampu berdiri tegak, maju pesat, dan membawa seluruh rakyatnya hidup sejahtera, bahagia, dan bermartabat. Itulah cita-cita terbesar dan tujuan akhir dari segala kerja keras kita semua,” pungkas Lisarmawan, S.Kom., M.A.P., menutup keterangannya dengan senyum penuh optimisme dan harapan cerah.
(Okawa)











