Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com — Di tengah krisis lingkungan dan perubahan iklim yang kian nyata, kesadaran hidup selaras dengan alam ditumbuhkan langsung di lingkungan pendidikan. SMP Negeri 6 Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mengajak para siswa tidak sekadar memahami teori ekologi, melainkan turun tangan mewujudkannya dalam aksi nyata melalui kegiatan kokurikuler bertema Gaya Hidup Berkelanjutan. Langkah nyata ini didukung penuh oleh Kepala Sekolah, Mardi S.Pd., dan digelar pada Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang diberi nama “Menanam Asa, Memanen Masa Depan: Budidaya Pepaya California Berkelanjutan” dirancang sebagai ruang belajar berbasis pengalaman langsung. Pepaya California dipilih dengan pertimbangan tepat: masa tumbuhnya relatif cepat, hasilnya melimpah, serta kaya nilai gizi maupun ekonomi. Lebih dari sekadar bercocok tanam, kegiatan ini difokuskan pada penguatan dua dimensi utama Profil Lulusan: Kolaborasi dan Kreativitas.
Kolaborasi menjadi fondasi utama dalam seluruh proses budidaya ini. Tidak ada satu pun siswa yang mampu menyelesaikannya sendirian. Dalam kelompok, mereka belajar menurunkan ego, membangun sinergi, dan membagi tugas secara terstruktur — mulai dari mengolah tanah, menyiapkan media tanam, mengatur jadwal penyiraman harian, hingga bersama-sama memantau kesehatan tanaman dari serangan hama. Di sinilah tumbuh rasa saling percaya, tanggung jawab bersama, serta kepedulian terhadap keberhasilan tim dan kelestarian lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kreativitas pun diasah mendalam melalui penerapan prinsip keberlanjutan. Siswa ditantang berpikir inovatif mengelola sumber daya di sekitar mereka: limbah organik dari lingkungan sekolah dan rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos serta pestisida nabati yang ramah lingkungan. Semua dilakukan tanpa bahan kimia berbahaya, mengajarkan bahwa solusi cerdas dan bermanfaat dapat ditemukan dari apa yang selama ini sering dianggap sampah.
Kreativitas tidak berhenti pada tahap penanaman. Saat masa panen tiba, tantangan kembali datang: para siswa menciptakan beragam olahan makanan sehat berbahan dasar Pepaya California, merancang kemasan yang menarik, hingga menyusun strategi pemasaran sederhana — semuanya tetap berpegang pada prinsip minim sampah (zero waste). Buah yang dihasilkan tidak hanya dipanen, tetapi dihargai sepenuhnya tanpa ada bagian yang terbuang sia-sia.
Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Kabupaten Kaur, Mardi, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan investasi karakter bagi generasi mendatang. “Kami tidak hanya mengajarkan cara menanam pepaya. Kami menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong, dan keberanian berkreasi. Inilah bekal yang jauh lebih berharga daripada sekadar teori di ruang kelas,” ujarnya.
Pada akhirnya, melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memetik buah yang manis dan sehat. Mereka menanam benih kesadaran bahwa bumi dapat dijaga melalui tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama. Kolaborasi yang kuat dan kreativitas yang tak henti tumbuh adalah panen sesungguhnya — modal masa depan agar kehidupan tetap berkelanjutan bagi mereka dan generasi yang akan datang.
(Okawa)












