Kaur || Pustakarakyat.com – Hebohnya unggahan di media sosial yang menyoroti siswa sekolah berasrama (boarding school) yang diduga bebas berkeliaran siang dan malam hingga meresahkan masyarakat, mendapat tanggapan keras dan serius dari pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur, Lisarmawan, S.Kom., M.A.P., saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (03/05/2026), menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan menelusuri kasus ini sampai tuntas.
“Kami menanggapi sangat serius informasi yang viral tersebut. Ini menyangkut kedisiplinan, manajemen sekolah, dan masa depan anak-anak didik kita. Kami akan segera melakukan investigasi langsung dan pemeriksaan intensif,” ujar Lisarmawan dengan nada tegas.
Langkah konkret, kami akan temui pengunggah hingga cek lapangan. Untuk memastikan keakuratan informasi, Lisarmawan menyampaikan langkah nyata yang akan segera diambil. Pihaknya tidak hanya akan turun ke sekolah, tetapi juga akan berkomunikasi langsung dengan sumber informasi.
“Kami tidak akan main-main. Langkah pertama, kami akan menemui pihak yang mengunggah di Facebook tersebut untuk memastikan kebenaran dan meminta keterangan lebih lanjut terkait fakta di lapangan. Setelah itu, baru kami akan turun langsung melakukan pemeriksaan mendalam ke lokasi,” pungkasnya.
Dalam penyelidikan ini, berbagai aspek akan ditelisik, mulai dari sistem pengawasan, kedisiplinan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar siswa.
“Kami akan gali informasi mendalam. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah murni lemahnya pengawasan, atau ada faktor lain seperti masalah konsumsi makan minum sehingga siswa keluar? Semua akan kami telusuri,” ungkapnya.
Peringatan keras, dana besar, harus sesuai harapan. Lisarmawan menekankan, jika hasil investigasi membuktikan informasi tersebut benar adanya, maka sanksi berat akan segera dijatuhkan tanpa kompromi.
“Ingat, sekolah ini dikelola dengan dana yang cukup besar. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dan sistem pendidikan yang terbaik. Jika terbukti bersalah atau tidak becus mengelola, baik Kepala Sekolah, pengelola asrama, maupun pihak rekanan yang mengurus makan minum, kami tidak ragu untuk mengganti mereka,” cetusnya.
Dinas Pendidikan berkomitmen untuk segera menertibkan kembali sistem asrama demi menjaga nama baik pendidikan di Kabupaten Kaur dan memberikan rasa aman bagi masyarakat serta orang tua siswa.
(Okawa)











