Api Masih Menyala di Kaur: Kebiasaan Bakar Lahan Ancam Jadi Bencana Karhutla, Kapolres Tegur Tegas Masyarakat

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com — Ancaman kebakaran hutan dan lahan nyata-nyata terjadi di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Di tengah musim kemarau yang kering dan rawan, praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar masih ditemukan berulang. Pemantauan citra satelit mendeteksi titik panas di wilayah Kecamatan Maje dan Kecamatan Nasal, sehingga Polres Kaur segera mengerahkan personel ke lapangan untuk menindaklanjuti. Langkah cepat ini bukan sekadar pemeriksaan, melainkan peringatan keras bahwa kebiasaan lama yang mengandalkan api kini berubah menjadi bahaya yang mengancam semua orang.

Salah satu peristiwa tercatat di Desa Air Long, Kecamatan Maje, pada Minggu (13/9/2026). Di lokasi tersebut, petugas menemukan bekas kebakaran yang diduga bermula dari pembakaran semak belukar, lalu menjalar ke lahan sekitarnya. Meski api sudah padam saat tiba di lokasi, kerusakan nyata tetap terjadi: dari luas sekitar 15 hektare, diperkirakan 2 hektare lahan telah hangus terbakar. Ini menjadi bukti betapa cepatnya api yang dianggap kecil dapat lepas kendali di tanah yang kering dan terbakar mudah.

Kapolres Kaur, AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P., menegaskan dengan tegas: “Kami mengingatkan masyarakat Kabupaten Kaur untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Saat ini kondisi kemarau membuat lahan dan semak belukar lebih mudah terbakar, sehingga api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.” Peringatan ini bukan berlebihan — angin yang berubah arah seketika dapat mengubah pembakaran yang direncanakan menjadi kebakaran liar yang mengancam hutan, pemukiman, serta nyawa warga.

Baca Juga :  HUT ke-81 RI: Kasat Reskrim Polres Kaur AKP Tomson Sembiring Tegaskan Pengabdian Tulus untuk Negara

Tindakan ini bukan sekadar berbahaya, melainkan juga melanggar hukum. Masyarakat diingatkan bahwa membuka lahan dengan cara dibakar dapat dikenakan sanksi pidana maupun denda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Ancaman ini bukan sekadar kata-kata — ia adalah ketegasan negara yang wajib dipatuhi. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kerugian yang ditimbulkan kepada orang lain, apalagi ketika kerusakan itu bisa merembet menjadi bencana besar.

Oleh karena itu, Polres Kaur mengajak seluruh elemen masyarakat ikut serta menjaga wilayah bersama. Jika melihat adanya asap, titik api, atau aktivitas pembakaran lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau aparat terdekat. Tindakan melapor bukan berarti saling mengadukan, melainkan menyelamatkan lingkungan sebelum bencana menimpa. Pencegahan sejak dini jauh lebih berharga daripada memadamkan api setelah semuanya hangus tak tersisa.

Baca Juga :  Disiplin ASN Kaur Melonjak 36,97 Persen: Satgas Tegaskan Pengawasan Menjadi Tanggung Jawab Bersama Seluruh Pimpinan Satuan Kerja

Kerusakan akibat kebakaran tidak mengenal batas tanah garapan. Asap yang mengepul mencemari udara, mengganggu kesehatan, menghalangi pandangan, dan menurunkan kualitas hidup seluruh masyarakat — bahkan hingga ke daerah lain. Keuntungan sesaat yang didapat dari pembakaran lahan tidak sebanding dengan kerugian besar yang harus ditanggung bersama, baik saat ini maupun bagi anak cucu yang akan datang. Alam yang rusak butuh waktu sangat lama untuk pulih kembali.

Sudah saatnya berubah: tinggalkan kebiasaan yang merusak, gunakan cara yang aman dan bertanggung jawab, dan jaga lingkungan tempat kita hidup. Pemerintah hadir mengawasi dan mengingatkan, namun kunci utama keselamatan ada di tangan setiap warga. Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Kaur tetap hijau, aman, dan sehat — bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk semua orang yang tinggal di sini, serta generasi penerus yang berhak mewarisi bumi yang bersih dan lestari.

(Okawa)

Berita Terkait

TPU Tiga Desa Tanjung Kemuning Terbengkalai, Tiga Kades Berjanji Segera Berkoordinasi dan Bersih‑bersi
TPU Tiga Desa Tanjung Kemuning Terkesan Terbengkalai, Camat Buka Suara dan Siap Dukung Pembersihan
Sambut Dandim 0408/BSK yang Baru Dilantik, Pemkab Kaur Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan dan Keamanan
Ikuti Arahan Kapolri, Polres Kaur Tegaskan Larangan Vape untuk Personel dan Pengunjung
Rutin Minggu Kasih Polsek Tanjung Kemuning, Bripda Aron Jalin Dialog Akar Rumput di Desa Tanjung Kemuning II
Penyegaran Birokrasi Kaur: Wakil Bupati Lantik Pejabat Eselon II‑III untuk Akselerasi Pelayanan Publik
Musibah Kebakaran Hanguskan Rumah Nusarman, Sekda Kaur Pimpin Rombongan Tinjau Lokasi dan Sampaikan Kepedulian Pemda
Tekan Pemicu Kriminalitas, Polres Kaur dan Jajaran Polsek Sita 149 Botol Miras dalam KRYD
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:04 WIB

TPU Tiga Desa Tanjung Kemuning Terbengkalai, Tiga Kades Berjanji Segera Berkoordinasi dan Bersih‑bersi

Kamis, 5 November 2026 - 11:20 WIB

TPU Tiga Desa Tanjung Kemuning Terkesan Terbengkalai, Camat Buka Suara dan Siap Dukung Pembersihan

Selasa, 3 November 2026 - 07:30 WIB

Sambut Dandim 0408/BSK yang Baru Dilantik, Pemkab Kaur Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan dan Keamanan

Minggu, 1 November 2026 - 11:25 WIB

Rutin Minggu Kasih Polsek Tanjung Kemuning, Bripda Aron Jalin Dialog Akar Rumput di Desa Tanjung Kemuning II

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Penyegaran Birokrasi Kaur: Wakil Bupati Lantik Pejabat Eselon II‑III untuk Akselerasi Pelayanan Publik

Berita Terbaru