Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com — Keluhan masyarakat muncul terkait kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang melayani Desa Tanjung Kemuning I, II, dan III, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur. Berada tepat di pinggir jalan lintas barat nasional Sumatera, lokasi itu kini terkesan tidak terurus dan dipenuhi semak‑belukar.
Kondisi yang tampak di permukaan membuat warga mempertanyakan kelanjutan jadwal pemeliharaan yang seharusnya berjalan secara bergiliran antar‑desa. Warga berharap pihak berwenang segera mengambil langkah agar TPU tetap layak digunakan dan nyaman bagi keluarga yang berziarah.
Media ini kemudian mendatangi kantor Kecamatan Tanjung Kemuning untuk meminta tanggapan Camat Syahrial, Skm., di ruang kerjanya pada Kamis (5/11/2026). Ia menjelaskan bahwa sepengetahuannya, pembersihan seharusnya dilaksanakan secara bergiliran oleh ketiga desa tersebut.
“Kami dari pihak kecamatan juga belum mengetahui secara pasti penyebab mengapa jadwal pembersihan itu kini tidak berjalan,” ujar Camat Syahrial. Ia menegaskan pihak kecamatan sudah memberikan peringatan lisan kepada pemerintah‑desa terkait kondisi TPU yang mulai terbengkalai.

Meskipun belum mengetahui akar penyebab terhentinya jadwal rutin, Camat menyatakan pihak kecamatan siap memberikan dukungan penuh kepada ketiga desa. Ia menekankan pentingnya kerja sama tanpa saling menyalahkan antar‑pihak.
“Mari berpikir positif untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga Tanjung Kemuning I, II, III dan masyarakat umum lainnya,” tegasnya. Komitmen bersama diharapkan dapat mewujudkan pemeliharaan TPU yang bersih dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya menghubungi perwakilan pemerintah desa terkait untuk mendapatkan tanggapan berimbang. Pihak kecamatan berjanji akan terus memantau kondisi lokasi dan mendorong tindak lanjut pembersihan dalam waktu dekat.
(Okawa)












