Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com — Untuk mewujudkan tata‑kelola pendidikan yang lebih berkualitas dan mencetak generasi penerus yang tangguh, Pemerintah Kabupaten Kaur di bawah kepemimpinan Bupati Gusril Pausi, S.Sos., M.AP. dan Wakil Bupati Abdul Hamid, S.Pd.I., menjalankan program revitalisasi sejumlah satuan pendidikan dengan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur.
Saat dikonfirmasi media ini pada Sabtu (24/10/2026), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lisarmawan, S.Kom., M.AP., menyampaikan rincian program melalui Litartanto, S.IP., Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar. Ia merinci daftar sekolah penerima, di mana perbaikan fasilitas dilaksanakan secara bertahap dalam tiga gelombang :
Tahap 1 :
‑ SDN 8 Kaur
‑ SDN 87 Kaur
‑ SMPN 22 Kaur
Tahap 2 :
‑ SDN 6 Kaur
‑ SDN 7 Kaur
‑ SDN 15 Kaur
‑ SDN 45 Kaur
‑ SDN 107 Kaur
‑ SDN 100 Kaur
‑ SDN 26 Kaur
‑ SDN 125 Kaur
‑ SDN 128 Kaur
‑ SMPN 5 Kaur
‑ SMPN 15 Kaur
‑ SMPN 30 Kaur
‑ SMPN 31 Kaur
Tahap 3 :
‑ SDN 115 Kaur
‑ SDN 112 Kaur
‑ SDN 58 Kaur
‑ SDN 111 Kaur
‑ SDN 25 Kaur
‑ SDN 49 Kaur
‑ SDN 56 Kaur
‑ SDN 47 Kaur
‑ SDN 39 Kaur
‑ SDN 113 Kaur
‑ SDN 70 Kaur
‑ TK Negeri Pembina Maje
‑ TK Negeri Pembinaluas
‑ TK Negeri Pembina Nasal
‑ TK Mahiriful Insan
‑ PAUD Barokah Pancur Negara
‑ SMP Swasta Islam Madinatul Akhyar
Jangkauan yang mencakup jenjang SD, SMP, TK‑PAUD, serta satu lembaga swasta menunjukkan komitmen pemerataan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada sekolah negeri, melainkan berusaha menjangkau kebutuhan fasilitas belajar di berbagai sudut wilayah Kabupaten Kaur.
Litartanto menegaskan bahwa program revitalisasi bukan sekadar perbaikan dinding atau atap bangunan. Lebih dari itu, fasilitas yang layak akan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, menghilangkan hambatan fisik yang selama ini dirasakan peserta didik dan tenaga pengajar.
Ia menjelaskan bahwa lingkungan belajar yang kondusif membuka ruang lebih luas untuk mengembangkan potensi siswa‑siswi. Gedung yang memadai dapat meningkatkan konsentrasi, menumbuhkan semangat berprestasi, serta membangun rasa percaya diri generasi muda.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen melakukan pengawasan berkelanjutan di setiap lokasi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal, sehingga manfaatnya benar‑benar dirasakan oleh seluruh warga sekolah.
Harapan besar mengiringi seluruh pekerjaan: dengan fasilitas yang semakin memadai, lahir generasi muda Kabupaten Kaur yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan siap berkontribusi untuk kemajuan daerah serta bangsa Indonesia.
(Okawa)











