Kaur – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Kaur kian meresahkan masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut, bahkan harus berkeliling dari satu warung ke warung lain tanpa hasil.
Keluhan ini ramai disuarakan di berbagai media sosial. Warga menilai kondisi ini bukan hal baru, namun hingga kini belum ada solusi konkret dari pemerintah daerah.
“Sudah keliling ke beberapa tempat, tetap tidak dapat. Kalaupun ada, harganya tidak wajar,” keluh salah satu warga.
Di tengah kondisi tersebut, langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur justru menuai sorotan. Kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan dinilai hanya sebatas formalitas dan belum memberikan dampak nyata di lapangan.
Beberapa warga bahkan menyebut sidak tersebut terkesan seremonial. Petugas datang dengan atribut dinas, melakukan pengecekan singkat, namun tidak diikuti langkah tegas maupun solusi jangka panjang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa hasil sidak tidak menemukan pelanggaran harga yang signifikan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), meskipun diakui ada sedikit temuan.
Pernyataan tersebut justru memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, kondisi di lapangan dinilai bertolak belakang dengan apa yang disampaikan.
“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa masyarakat sampai kesulitan seperti ini?” ujar warga lainnya.
Masyarakat pun mempertanyakan kepekaan pemerintah daerah dalam menyikapi persoalan ini. Mereka berharap pemerintah tidak hanya sekadar melakukan sidak, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata.
Kelangkaan LPG 3 kg ini bukan sekadar persoalan distribusi, tetapi sudah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat kecil. Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas, pengawasan yang serius, serta kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Penulis : Zoni ap
Editor : Zn











