Kaur || Pustakarakyat.com – Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., mengeluarkan pernyataan klarifikasi resmi yang sangat tajam, akurat, dan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Kaur dan Provinsi Bengkulu. Pernyataan ini disampaikan merespons maraknya praktik sekelompok orang atau perorangan yang berani mencatut nama beliau serta mengaku kerabat dekat, guna mengelabui masyarakat melalui kegiatan berkedok koperasi, arisan, maupun usaha pemutaran uang atau bisnis keuangan lainnya, Rabu (03/06/2026).
Dalam pernyataan resminya, Gusril Pausi menegaskan dengan lugas bahwa dirinya, seluruh keluarga besar, maupun kerabat dekat tidak memiliki hubungan, keterkaitan, atau memberikan izin sedikit pun terhadap kegiatan-kegiatan tersebut. Segala pengakuan kekerabatan yang dilontarkan pelaku hanyalah modus penipuan belaka untuk mengeruk keuntungan pribadi dan merugikan orang banyak.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Gusril Pausi, Bupati Kaur, menyampaikan klarifikasi resmi. Ada informasi yang masuk, bahwa ada sekelompok orang atau perorangan yang mencatut nama Bupati Kaur. Mereka berkedok koperasi, arisan, atau kegiatan lain yang berkaitan dengan uang dan bisnis pemutaran dana. Saya kurang tahu persis nama kegiatan apa saja, namun yang jelas hal itu berkaitan dengan uang dan keuangan,” ujar Gusril membuka pernyataannya dengan gamblang dan tegas.
Bupati menegaskan, modus yang digunakan sangat merugikan, mencoreng nama baik pemerintahan, dan menodai kepercayaan publik. Pelaku berani mengaku sebagai keponakan, kerabat, atau bagian dari keluarga Gusril Pausi agar mudah dipercaya masyarakat. Hal ini dibantah keras dan ditepis habis sebagai kebohongan mutlak.
“Kepada seluruh masyarakat, adik-beradik, keluarga di Provinsi Bengkulu dan khususnya Kabupaten Kaur, saya nyatakan dengan tegas: Tidak ada sama sekali saya atau keluarga saya yang terkait dengan hal tersebut. Saya dapat laporan bahwa pihak tertuduh ini sering beralasan ‘ini keluarga Gusril Pausi, keluarga Bupati’. Saya tegaskan keras-keras: kami tidak memiliki keluarga seperti itu. Tidak ada, tidak ada sama sekali hubungan kekerabatan,” tegasnya.
Lebih jauh disampaikan sikap keras pemerintah daerah: Tidak ada toleransi sedikitpun. Gusril Pausi menegaskan, meskipun seandainya ada pihak yang benar-benar masih memiliki hubungan keluarga namun terlibat dalam penipuan dan pencatutan nama jabatan, maka hukum harus tetap ditegakkan tanpa pandang bulu.
“Prinsip kami jelas: TIDAK ADA TOLERANSI. Seandainya pun ada keluarga kami yang berbuat demikian, saya nyatakan tidak akan ada pengampunan atau pembelaan. Silakan diproses secara hukum seberat-beratnya. Saya tidak akan membela siapa pun yang jelas-jelas menipu, memanfaatkan nama saya, dan merugikan orang banyak,” ucapnya dengan nada penuh ketegasan.
Gusril Pausi memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang menjadi korban. Ia meminta warga tidak perlu takut atau ragu, karena nama Bupati yang dicatut itu hanyalah taktik penipuan belaka. Masyarakat berhak menuntut haknya dan wajib melapor ke aparat penegak hukum.
“Kepada saudara-saudara yang merasa dirugikan, silakan cari dan kejar hak-hak kalian. Jangan pernah takut, jangan ragu sedikitpun. Saya tegaskan sekali lagi, keterlibatan Bupati Kaur di dalam hal ini nihil, tidak ada sama sekali. Yang menyebut nama saya atau mengaku keluarga itu tidak ada hubungan apa-apa dengan kami. Kejar hak kalian, lapor dan proses hukum, karena saya mendukung penuh keadilan ditegakkan,” imbau Gusril lantang.
Pernyataan resmi ini dikeluarkan agar masyarakat semakin waspada, tidak mudah percaya janji manis yang mengatasnamakan pejabat, dan bersama-sama memutus mata rantai penipuan yang mencatut nama jabatan demi keuntungan pribadi. “Terima kasih, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
(Okawa)











