Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Bengkulu resmi mengesahkan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Kaur masa bakti 2026–2030. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 020/Kpts/APKASINDO/DPW/XI/2026 tertanggal 15 Juni 2026 yang ditandatangani Ketua DPW A. Jafar dan Sekretaris Jon Simamora, menyusul hasil keputusan Musyawarah Daerah pada 14 Juni 2026.
Kepemimpinan organisasi diamanahkan kepada H. Sisman Sidi, M.Pd. sebagai Ketua, didampingi Muhlisin, S.Pd. (Wakil Ketua I), Evan Jayadi, S.E. (Wakil Ketua II), serta Abu Soypan (Wakil Ketua III). Bidang kesekretariatan dijabat Peri Hera Karneda, S.IP. sebagai Sekretaris, dibantu Tapsir (Wakil Sekretaris I) dan Mulyadi (Wakil Sekretaris II). Posisi Bendahara dipegang Roli Wanhendri, dengan Deni sebagai Wakil Bendahara I dan Zahri Aziz, S.E. sebagai Wakil Bendahara II.
Struktur organisasi diperkuat melalui enam departemen. Departemen Organisasi & Keanggotaan dipimpin Indarno, S.Sos. bersama anggota Edwar; Hukum & Advokasi diketuai Biman Iswandi, S.H. dengan Pahrol Rosi, S.H.; Penelitian & Pengembangan SDM dipimpin Sumatri bersama Novi Hardiyansyah; Kemitraan & Hubungan Antar Lembaga diketuai Sulaiman, S.Pd., M.Pd. bersama Martin; Pengembangan Usaha dipimpin Okawa Hindra bersama Anton Surahman; serta Industri & Pemasaran diketuai Roni Afrizal, S.Sos. bersama Pauzan.
Sebagai arahan kebijakan, ditetapkan Bupati Kabupaten Kaur dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur sebagai unsur Pembina. Sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan fungsi advokasi bagi petani, organisasi ini senantiasa wajib meresapi dan mengikuti setiap petunjuk dari para Pembina, sekaligus berperan sebagai eksekutor yang tangguh di tingkat daerah. Sementara itu, Dewan Penasihat diisi Arjus Purnama, S.H. dan Suardi M. Nur yang bertugas memberikan pertimbangan strategis bagi kemajuan organisasi.
Ketua terpilih, H. Sisman Sidi, menegaskan prioritas utama adalah memperjuangkan nasib petani yang tertekan oleh harga tandan buah segar yang dinilai paling rendah dan tidak stabil di seluruh Indonesia. Selain itu, organisasi akan berjuang memastikan ketersediaan pupuk dan sarana produksi lain yang terjangkau.
Ia menekankan sinergi erat dengan pemerintah daerah sangat penting, mengingat Bupati Kaur berkedudukan sebagai Pembina. Seluruh pengurus diwajibkan bekerja sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota serta mendorong perkebunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
“Harapan kami nyata: petani sawit maju, kesejahteraan tercapai, dan mewujudkan semangat besar ‘Kaur maju, masyarakat sejahtera’,” ujar Sismansidi Kamis, 02/07/26 dengan tegas.
Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan telah disampaikan tembusannya kepada Ketua Umum DPP APKASINDO, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Gubernur Bengkulu, Bupati Kaur, serta instansi terkait lainnya untuk diketahui dan diperhatikan bersama.
(Okawa)











