Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Polres Kaur sedang bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang berujung pada kematian seorang warga di wilayah Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Rabu (29/7/2026). Kasus ini mencuat tajam setelah hasil pemeriksaan medis menemukan temuan cedera yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
Korban teridentifikasi bernama DD (23 tahun), warga Desa Tinggi Ari, Kecamatan Tanjung Kemuning yang berprofesi sebagai petani. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, pada Selasa (28/7) sekitar pukul 20.00 WIB, korban berpamitan kepada istrinya hendak menuju rumah pamannya di Desa Tanjung Bulan menggunakan sepeda motor.
Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB, korban diantar pulang oleh seorang rekannya. Sesampainya di rumah, korban langsung berbaring dan mengeluhkan rasa sakit pada pergelangan tangan. Tak lama setelah meminum air kelapa muda yang diminta, kondisi korban mendadak memburuk hingga tidak sadarkan diri, sehingga keluarga segera membawanya ke Puskesmas Tanjung Kemuning.
Mengingat kondisi yang semakin kritis, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cahaya Batin untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya tiga tulang rusuk sebelah kanan yang patah, yang diduga kuat akibat benturan benda tumpul.
Menanggapi temuan tersebut, Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K., M.Tr.Opsla menegaskan pihaknya telah mengerahkan personel Satreskrim untuk mengungkap fakta sesungguhnya. Langkah awal yang dilakukan meliputi menerima laporan resmi keluarga, mendatangi rumah duka, serta mendata identitas korban dan menggali keterangan dari para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
“Kami menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan sepenuhnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk berani memberikan keterangan kepada penyidik guna mempercepat pengungkapan kasus,” ujar Kapolres Kaur.
Saat ini tim penyelidik masih terus bekerja keras mengumpulkan alat bukti dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa, guna memastikan penyebab pasti kematian korban serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab jika terbukti terdapat unsur tindak pidana.
(Okawa)











