Kaur || Pustakarakyat.com – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kaur, AKBP Alam Bawono, S.I.K., M.Tr.Opsla, bersama seluruh jajaran Polres Kaur menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Reynaldi Fakhrorrozi bin Martayuti (15 tahun), warga Desa Riganggan II, Kecamatan Kelam Tengah, akibat musibah terseret ombak di Pantai Air Langkap, Kaur Tengah. Kehadiran langsung Kapolres beserta rombongan ke rumah duka pada Minggu (31/5/2026) menjadi bukti nyata kepedulian dan rasa kemanusiaan yang melekat kuat pada setiap langkah institusi Polri.
Duduk bersanding dengan keluarga, mendengarkan cerita, dan menggenggam tangan kerabat almarhum, AKBP Alam Bawono menegaskan bahwa musibah yang menimpa salah satu warga ini adalah duka bersama seluruh keluarga besar Polres Kaur. Bagi beliau dan seluruh anggota, kehadiran di tengah masyarakat yang sedang tertimpa ujian berat adalah kewajiban sekaligus wujud kasih sayang tulus seorang pemimpin dan pelindung masyarakat.
“Kami seluruh jajaran Polres Kaur turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kepergian Reynaldi bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tapi juga kehilangan bagi kami semua. Semoga almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga yang ditinggalkan, kami doakan semoga senantiasa diberi kekuatan, ketabahan, dan ketenangan hati,” ujar Kapolres dengan nada penuh keprihatinan.
Lebih jauh disampaikan, tugas Polri tidak hanya berkutat pada penegakan hukum dan keamanan semata, melainkan juga menjadi pengayom yang hadir di setiap momen kehidupan warga, baik saat suka maupun duka. AKBP Alam Bawono menegaskan, rasa aman dan nyaman yang sejati bagi masyarakat tercipta ketika mereka merasakan bahwa aparat selalu ada, peduli, dan siap mendampingi, apalagi di saat-saat yang paling sulit sekalipun.
“Kami ingin memastikan, di tengah kesedihan yang mendalam ini, keluarga besar almarhum merasa aman, nyaman, terlindungi, dan tidak merasa sendiri. Kehadiran kami adalah bentuk nyata bahwa Polri dekat, peduli, dan selalu ada untuk masyarakat. Jangan ragu untuk memanggil kami jika dibutuhkan, kapan pun dan apa pun keperluannya,” tegasnya.
Suasana kekeluargaan, hangat, dan penuh keakraban sangat terasa sepanjang kunjungan berlangsung, menghapus sekat-sekat formalitas antara aparat dan warga. Langkah ini semakin mempererat ikatan batin dan kepercayaan masyarakat, sekaligus menjadi penyejuk hati bagi keluarga yang sedang berduka. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
(Okawa)











