Kaur, || Pustakarakyat.com – Semangat Jumat Berkah yang seharusnya diisi dengan rasa aman dan nyaman, justru berubah menjadi keprihatinan mendalam bagi warga di wilayah selatan Provinsi Bengkulu, tepatnya ruas jalan provinsi penghubung Kecamatan Kinal – Kecamatan Lungkang Kule, Kabupaten Kaur. Sudah hampir tiga tahun berlalu, kondisi jalan di wilayah ini rusak parah, tergerus air, dan nyaris terputus separuh badan jalannya, namun belum ada perbaikan berarti dari Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan. Situasi ini memicu kritik keras sekaligus permohonan nyawa dari masyarakat agar pembangunan benar-benar dirasakan merata dan manusiawi.
Berdasarkan hasil penelusuran media langsung di lokasi, kerusakan paling parah terlihat jelas di sekitar Jembatan Air Kinal. Badan jalan telah terkikis hampir habis oleh aliran air, menyisakan jalur sempit yang sangat berisiko. Pertanyaan besar muncul di tengah masyarakat: apakah kerusakan ini murni akibat faktor alam, atau karena kualitas pembangunan yang buruk dan tidak sesuai standar sejak awal? Ketidakpastian ini menambah keresahan warga yang setiap hari terpaksa melewati jalur berbahaya tersebut, Jum’at (29/05/2026).
Riduan, salah seorang tokoh pemuda sekaligus kontrol sosial masyarakat dari Desa Talang Berangin, Kecamatan Kinal, menyampaikan keluhan dan harapan tersebut dalam 4 poin penting:
- “Kami tidak paham pasti penyebabnya, apakah tergerus air atau memang kualitas jalan buruk. Yang jelas, hampir 3 tahun kami menunggu tak ada perhatian. Kami mohon Bapak Gubernur Helmi Hasan sudi turun langsung melihat kondisi asli di sini.” ini menyiratkan rasa bingung sekaligus kekecewaan. Kami tidak ingin saling menyalahkan, namun sangat berharap kehadiran pemimpin untuk melihat sendiri penderitaan rakyatnya, bukan hanya mendengar laporan di ruangan ber-AC. Kehadiran langsung Gubernur adalah bentuk penghormatan atas hak masyarakat.
- “Kami juga masyarakat Provinsi Bengkulu yang menetap di Kaur, Kinal, Talang Berangin. Sangat berharap Bapak Gubernur peduli dan cepat bertindak, paling tidak tanggap darurat dulu, jangan biarkan kami menderita begini terus.” Bahwa kami masyarakat di pelosok selatan ini juga bagian dari keluarga besar Provinsi Bengkulu yang berhak dilayani. “tanggap darurat dulu” kami tidak menuntut pembangunan mewah, kami hanya meminta keamanan dasar agar tetap bisa hidup dan beraktivitas dengan layak dan nyaman.
- “Kondisi makin mengkhawatirkan malam hari. Jalan rusak, sempit, gelap gulita tanpa penerangan dan rambu-rambu. Padahal ini akses utama kami beraktivitas siang maupun malam.” ini menggambarkan kelalaian pelayanan publik yang nyata. Ketidakhadiran penerangan jalan di atas kondisi jalan yang rusak adalah kelalaian ganda. Kami masyarakat merasa dibiarkan berjuang sendiri menghadapi bahaya kegelapan dan kerusakan, seolah keberadaan kami dilupakan oleh pemerintah provinsi.
- “Tolong Bapak Gubernur Helmi Hasan: SEBELUM ADA KORBAN JIWA ATAU KECELAKAAN FATAL, tolong segera lakukan tindakan cepat tanggap darurat sekarang juga. Jangan menunggu ada nyawa melayang baru pemerintah bergerak.” Jeritan hati. Kami Masyarakat meminta pemerintah bekerja dengan prinsip pencegahan, bukan perbaikan setelah musibah terjadi. Nyawa rakyat adalah harga mahal, dan tidak boleh dijadikan pengingat bagi pemerintah untuk bekerja. Bertindaklah selagi masih bisa menyelamatkan keselamatan warga, karena mencegah adalah kewajiban utama negara.
“Kami meminta kepada Bapak Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, agar segera memerintahkan dinas-dinas terkait untuk bertindak cepat tanggap ke lokasi. Kami ingin melihat Provinsi Bengkulu lebih maju, dibangun dengan rasa kekeluargaan serta semangat gotong royong, di mana setiap elemen menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing demi kepentingan rakyat.”
Bahwa kemajuan daerah tidak hanya soal gedung megah di ibu kota provinsi, melainkan kemajuan yang dibangun atas dasar kasih sayang dan rasa persaudaraan. Gotong royong di sini bukan hanya kerja sama fisik, tetapi keselarasan kerja antara masyarakat yang sudah berusaha, dan pemerintah yang wajib menjalankan fungsinya sesuai tugas pokoknya. Ketika pemerintah bekerja sesuai fungsinya, barulah tercipta kemajuan yang sesungguhnya dan rasa kekeluargaan yang kuat antara pemimpin dan rakyat.
Harapan kami masyarakat agar pesan ini sampai: “Tolong dengarkan jeritan kami masyarakat Kaur, khususnya warga Kinal dan Lungkang Kule. Kami juga masyarakat Provinsi Bengkulu, Pak Gubernur Helmi Hasan. Jangan sampai pembangunan hanya terasa di pusat kota saja, kami di pelosok juga butuh perhatian dan kesejahteraan yang sama,” pungkas Riduan, berharap ini menjadi langkah awal perbaikan nyata demi Bengkulu yang lebih adil, aman, dan sejahtera.
(Okawa)











