Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com — Kekhawatiran mendalam kini melanda warga Desa Tanjung Ganti II, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Dalam waktu yang relatif singkat, tercatat kurang lebih 12 warga dipastikan terjangkit Demam Berdarah (DBD). Angka ini bukanlah jumlah yang kecil dan memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat akan potensi penyebaran yang lebih luas jika tidak segera ditangani secara tuntas dan cepat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, kasus DBD ini belakangan kian terasa dampaknya. Warga mengaku jumlah penderita terus bertambah. Bahkan, warga telah berinisiatif melaporkan kondisi ini langsung kepada Kepala Desa, namun awalnya belum ada tanggapan maupun langkah nyata yang diambil. Warga merasa situasi semakin mendesak dan tidak bisa lagi sekadar ditunda-tunda.
“Kami sudah melapor langsung kepada Kepala Desa, namun belum ada tanggapan. Kami berharap pemerintah desa segera bergerak cepat melaporkan ini ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan, guna dilakukan foging. Hal ini penting untuk memutus rantai penularan demam berdarah di lingkungan kami,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, kepada media ini pada Minggu (18/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyusul pemberitaan ini, media ini juga berupaya mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Tanjung Ganti II melalui pesan WhatsApp. Terkait laporan warga tersebut, Kepala Desa Isdi memberikan tanggapan: ” Besok Pagi pihak Puskesmas hendak melaksanakan foging di Desa Tanjung Ganti II,” ujarnya singkat namun meyakinkan. Respons ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini menanti langkah nyata penanganan wabah tersebut.
Foging atau penyemprotan insektisida merupakan langkah krusial dan efektif untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penularan DBD. Dengan jadwal pelaksanaan yang telah disampaikan, diharapkan rantai penularan dapat segera diputus dan jumlah penderita tidak lagi bertambah. Penanganan yang tepat waktu akan mencegah situasi berkembang menjadi lebih serius dan mengancam keselamatan warga.
Perlu ditegaskan, pemberitaan ini disampaikan berdasarkan informasi yang diterima dari warga setempat dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. Laporan awal warga yang menyampaikan belum adanya respons pemerintah desa merupakan bagian dari proses penyampaian informasi publik, dan tanggapan resmi dari Kepala Desa menjadi kelanjutan positif yang menunjukkan adanya koordinasi dan penanganan yang sedang berjalan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menyambut baik rencana pelaksanaan foggging tersebut. Langkah ini diharapkan benar-benar dilaksanakan sesuai jadwal dan berjalan efektif, sehingga kekhawatiran warga dapat mereda dan wabah DBD di Desa Tanjung Ganti II dapat segera tertangani dengan baik dan tuntas.
(**)












