Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Keluhan masyarakat petani sawit Kabupaten Kaur disampaikan langsung oleh Pringki saat menghubungi awak media, Sabtu (13/6/2026). Ia mengungkapkan kesulitan nyata yang dihadapi para petani saat menyerahkan hasil panen ke pabrik pengolahan di wilayahnya.
Pringki menyampaikan permohonan agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaur turun langsung memantau kondisi di pabrik yang berlokasi di Desa Tanjung Bulan dan Desa Beriang Tinggi, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Keluhan utamanya adalah antrean kendaraan pengangkut buah yang sangat panjang, bahkan bisa berlangsung hingga tiga hari lamanya.
Akibat menunggu terlalu lama, kualitas buah sawit menurun drastis hingga membusuk. Kondisi ini diperparah dengan sikap penampung atau pembeli buah yang seringkali tidak mau membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari petani dengan alasan antrean yang panjang. Padahal harga jual di pasaran sedang cukup baik, namun petani justru menderita kerugian besar. Kapasitas tampung pabrik yang terbatas turut memperparah penumpukan pasokan dari kebun.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran akan adanya praktik yang tidak wajar di lapangan. Menurutnya, fungsi pengawasan DPRD Kaur sangat penting untuk melindungi kepentingan masyarakat, tidak hanya petani sawit, tetapi juga seluruh kelompok petani lainnya di daerah ini.
Pringki berharap DPRD Kaur segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan peninjauan secara langsung. Langkah ini diharapkan melahirkan solusi nyata agar arus penyerahan buah berjalan lancar, tidak ada penolakan pembelian yang merugikan, dan hak-hak petani tetap terjaga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan yang ketat, akurat, dan terpercaya sangat dibutuhkan. Kehadiran pengawasan yang efektif akan menjamin keadilan serta menjadi landasan agar Kabupaten Kaur makin sejahtera dan terus melangkah lebih maju.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari DPRD Kaur maupun dinas terkait. Masyarakat berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti agar kerugian yang lebih besar dapat dicegah.
(Okawa)











