Dana Operasional Minim, PLN Bintuhan Kesulitan Gelar Sosialisasi Masif

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaur, || Pustakarakyat.com – Tingkat pemahaman masyarakat Kabupaten Kaur mengenai manfaat dan bahaya listrik dinilai masih belum memadai. Hal ini memicu kekhawatiran akan potensi risiko yang bisa terjadi, namun upaya perbaikan melalui edukasi justru terganjal oleh keterbatasan anggaran yang dialami PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bintuhan.

Padahal, penyuluhan di tingkat desa dinilai sangat krusial untuk mencegah masalah kelistrikan. Namun, keterbatasan sumber daya membuat intensitas sosialisasi tidak bisa dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.

Tokoh masyarakat setempat, AS, menuturkan bahwa publik berharap PLN lebih hadir dan aktif memberikan bimbingan. Menurutnya, seharusnya terdapat alokasi dana khusus yang diperuntukkan bagi kegiatan pencerahan tersebut.

“Sosialisasi itu sangat perlu, bahkan informasinya ada anggaran tersendiri untuk itu. Tapi sampai sekarang, masyarakat merasa kurang mendapatkan pencerahan dari pihak PLN,” ujar AS kepada awak media, Selasa (28/04/2026).

Baca Juga :  Hadirkan Layanan di Pintu Rumah, Bupati Kaur Luncurkan Samdes, Genjot PAD Lewat Kemudahan

Menanggapi hal tersebut, Manager PLN ULP Bintuhan, Tiar Haris, membeberkan realitas yang terjadi di lapangan. Ia mengakui bahwa pihaknya tidak memiliki pos anggaran khusus yang didedikasikan murni untuk kegiatan sosialisasi.

Tiar menjelaskan, dana operasional bulanan yang dikelola sangatlah terbatas, hanya berkisar angka Rp18 juta. Jumlah tersebut harus menampung seluruh kebutuhan kantor, mulai dari biaya konsumsi, alat tulis kantor (ATK), hingga berbagai pengeluaran rutin lainnya.

“Anggaran khusus untuk sosialisasi memang tidak ada. Dana 18 juta per bulan itu sudah mencakup seluruh kegiatan, mulai dari konsumsi, ATK, hingga biaya operasional kantor,” tegas Tiar di ruang kerjanya.

Meski demikian, Tiar tidak menampik pentingnya edukasi bagi pelanggan. Untuk mengakali keterbatasan dana tersebut, pihaknya melakukan strategi khusus dengan cara menyisipkan pesan-pesan edukasi secara improvisasi. Petugas lapangan diminta untuk sekaligus memberikan penyuluhan saat sedang melakukan perbaikan atau penanganan gangguan listrik.

Baca Juga :  Bukti Kepedulian Pemerintah Kaur: Program Bedah Rumah 2026 Angkat Derajat Warga Kurang Mampu

“Kami pernah melakukan sosialisasi ke desa-desa secara langsung, namun itu dilakukan sembari menjalankan tugas perbaikan ketika ada kendala di lapangan,” tambahnya.

Kondisi ini tentu memunculkan pertanyaan besar. Secara struktural, unit layanan pelanggan memiliki tanggung jawab untuk mensosialisasikan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2), Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), hingga literasi penggunaan aplikasi layanan digital.

Secara nasional, kegiatan semacam ini lazimnya didanai melalui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) maupun dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Ketimpangan antara kebutuhan masyarakat yang tinggi dengan ketersediaan anggaran di tingkat unit ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan maupun ketidaktahuan warga terhadap prosedur layanan yang sah.

Reporter: (Okawa/**)

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Disdikbud Kaur Gelar Sosialisasi Bersama Kejaksaan Negeri Kaur di Aula Kemenag
Komitmen Lindungi Anak, Polres Kaur Selesaikan Tahap II Dugaan Perkosaan Anak, Tersangka Diserahkan dan Ditahan
Dua Warga Positif DBD, Desa Tanjung Iman 2 Lakukan Foging dan Sebar ABATE Gratis Cegah Penyebaran Lebih Luas
Proyek Revitalisasi SLB Negeri 1 Kaur Disorot Masyarakat, Transparansi Dipertanyakan
Kades Padang Genteng Dibacok, Polres Kaur Kantongi Identitas Pelaku dan Lakukan Pengejaran
Kepala Dinas PUPR Kaur Tanggapi Keluhan Air Bersih Padang Petron: Akan Turun Langsung Cek Kendala, Apakah Mesin atau Lainnya
Kades Tanjung Kemuning II Dandi Yudias Hindarta Pimpin Gotong Royong, Budayakan Kebersihan Lingkungan Secara Rutin Demi Desa yang Asri dan Sejahtera
Proyek SPAM Desa Padang Petron Bernilai Rp578 Juta, Warga Keluhkan Pasokan Air Justru Terganggu di Tengah Musim Kemarau
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:31 WIB

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Disdikbud Kaur Gelar Sosialisasi Bersama Kejaksaan Negeri Kaur di Aula Kemenag

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Komitmen Lindungi Anak, Polres Kaur Selesaikan Tahap II Dugaan Perkosaan Anak, Tersangka Diserahkan dan Ditahan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Dua Warga Positif DBD, Desa Tanjung Iman 2 Lakukan Foging dan Sebar ABATE Gratis Cegah Penyebaran Lebih Luas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Proyek Revitalisasi SLB Negeri 1 Kaur Disorot Masyarakat, Transparansi Dipertanyakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Kades Padang Genteng Dibacok, Polres Kaur Kantongi Identitas Pelaku dan Lakukan Pengejaran

Berita Terbaru