Kaur || Pustakarakyat.com – Langit Kabupaten Kaur seakan ikut mendung dan bersedih. Deburan ombak yang biasanya menjadi kebanggaan serta pembawa kesejukan bagi wilayah pesisir ini, hari ini berubah menjadi suara tangis dan duka yang mendalam. Bupati Kaur beserta seluruh jajaran pejabat, staf, dan seluruh elemen masyarakat menyampaikan rasa kehilangan yang luar biasa atas berpulangnya putra terbaik daerah, Reynaldi Fakhrorrozi bin Martayuti.
Remaja berusia 15 tahun yang merupakan warga Desa Riganggan I, Kecamatan Kelam Tengah, meninggal dunia akibat musibah terseret arus ombak di Pantai Air Langkap, Kecamatan Kaur Tengah. Di usia yang masih sangat belia, saat masa depan, mimpi, dan harapan hidup sedang tumbuh subur, Allah SWT memanggilnya kembali ke sisi-Nya lebih dahulu. Kepergiannya menyisakan luka perpisahan yang mendalam bagi keluarga tercinta, sahabat, serta seluruh masyarakat yang mengenal sosoknya, Minggu (31/5/2026).
Melalui pernyataan duka resminya, Bupati Kaur mewakili seluruh keluarga besar Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur menyampaikan rasa simpati dan keprihatinan yang amat dalam, seolah turut merasakan perihnya duka yang menimpa keluarga almarhum. Bagi Pemerintah Kaur, musibah ini bukan sekadar kehilangan satu nyawa, melainkan berkurangnya satu bagian dari keluarga besar Kabupaten Kaur yang senantiasa mereka jaga.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sungguh tak ada kata yang mampu melukiskan betapa perih dan dalamnya rasa kehilangan ini. Kami seluruh jajaran pemerintah daerah sangat merasakan perihnya perpisahan ini, seolah kehilangan putra kami sendiri. Reynaldi bukan sekadar nama, melainkan putra daerah yang mimpinya sempat tumbuh dan berkembang di tanah kelahirannya ini,” ungkap pernyataan resmi Bupati Kaur yang penuh rasa kemanusiaan.
Lebih jauh disampaikan, di mata pemerintah daerah, kehadiran Reynaldi dan setiap warga adalah amanah yang harus dijaga. Momen perpisahan ini menjadi bukti kepekaan hati dan kepedulian nyata para pemimpin daerah yang selalu merasa memiliki dan bertanggung jawab atas setiap warganya, dari yang paling muda hingga yang paling tua.
“Di usia yang masih begitu muda, saat mimpi-mimpi sedang dirangkai dan harapan sedang ditenun, takdir Allah berkata lain. Kami paham betul, betapa berat rasanya berpisah di usia yang seharusnya masih panjang. Namun kami percaya, setiap takdir yang ditetapkan Allah adalah yang terbaik, meski bagi kita rasanya begitu menyakitkan. Mungkin bagi kami ini perpisahan yang menyayat hati, namun bagi Sang Pencipta, ini adalah panggilan pulang untuk hamba yang dicintai-Nya,” tambah pesan itu.
Pemerintah Kabupaten Kaur berdoa tulus, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerangi alam kuburnya, melapangkan tempat peristirahatannya, dan menempatkannya di tempat terbaik, di surga-Nya bersama orang-orang yang beriman.
Kepada Bapak Martayuti, Ibu tercinta, dan seluruh keluarga besar yang ditinggalkan, Bupati Kaur beserta seluruh jajaran pejabat dan staf menyampaikan dukungan moril sepenuhnya. Kehadiran hati dan doa senantiasa dipanjatkan agar Allah senantiasa menguatkan hati, meneguhkan langkah, dan menganugerahkan kesabaran yang luas serta bernilai pahala besar di tengah ujian berat ini.
“Selamat jalan, Reynaldi… Ombak mungkin telah membawamu pergi dari pandangan mata kami, namun kenangan, kasih sayang, dan doa kami akan selalu berlabuh dan menetap di hati kami selamanya. Tenanglah di sana, Nak. Kami seluruh keluarga besar Kabupaten Kaur akan selalu mendoakan mu,” tutup pernyataan resmi tersebut penuh haru. Al-Fatihah. 🤲🏻🤲🏻🤲🏻
(Okawa)











