Proyek “Maut” Perbaikan Jalan di Kaur: Dibiarkan Menganga, Pengendara Bertaruh Nyawa

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAUR, || Pustakarakyat.com – Program perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Kaur yang seharusnya menjadi kabar baik bagi mobilitas warga, kini justru berubah menjadi ancaman keselamatan. Pasalnya, banyak titik aspal yang telah digali untuk diperbaiki dibiarkan terbuka tanpa penutupan segera, hingga menyebabkan rentetan kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Belum lama ini seorang Ibu bersama anak nya mengendarai motor melaju ke arah Kota Bintuhan seketika melintas di jalinsum desa Cucupan terjatuh akibat galian jalan yang menganga, peristiwa  tersebut sempat di unggah di akun medsos salah seorang warga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang-lubang bekas galian tersebut tersebar di beberapa titik strategis. Ironisnya, setelah dilakukan penggalian aspal, pihak pelaksana proyek tidak langsung melakukan pengaspalan kembali atau setidaknya memberikan rambu peringatan yang memadai. Akibatnya, banyak pengendara, terutama roda dua, terperosok hingga mengalami luka-luka dan kerusakan kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jeratan Hukum bagi Penyelenggara Jalan

Baca Juga :  Anggota DPRD Rio Candra Angkat Persoalan Pelayanan RS Cahya Batin dalam Rapat Lintas Komisi

Menanggapi fenomena ini, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk meninjau kembali Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Dalam aturan tersebut, penyelenggara jalan memiliki tanggung jawab mutlak atas keselamatan pengguna jalan.

Sesuai Pasal 24, pihak yang bertanggung jawab ditentukan berdasarkan status jalannya:

  • Jalan Nasional: Tanggung jawab Menteri PUPR.
  • Jalan Provinsi: Tanggung jawab Gubernur.
  • Jalan Kabupaten: Tanggung jawab Bupati melalui dinas terkait.

Pasal tersebut mewajibkan penyelenggara untuk segera memperbaiki jalan rusak atau setidaknya memberi tanda/rambu peringatan jika perbaikan belum bisa dilakukan.

Sanksi Pidana Menanti

Kelalaian dalam membiarkan jalan berlubang tanpa pengamanan bukan sekadar masalah teknis, melainkan pelanggaran hukum serius. Berdasarkan Pasal 273 UU LLAJ, penyelenggara jalan yang lalai hingga mengakibatkan kecelakaan dapat dipidana:

  • Luka Ringan/Kerusakan Kendaraan: Pidana penjara maksimal 6 bulan atau denda Rp12 juta.
  • Luka Berat: Pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda Rp24 juta.
  • Korban Meninggal Dunia: Pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda hingga Rp120 juta.
Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Hak Korban untuk Menuntut

Bagi masyarakat yang menjadi korban “lubang maut” ini, hukum menyediakan ruang untuk menuntut keadilan. Selain tuntutan pidana, korban dapat melayangkan gugatan perdata ganti rugi berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata terkait perbuatan melawan hukum oleh penguasa.

Para ahli hukum menyarankan korban untuk segera melakukan langkah-langkah berikut:

Dokumentasikan kejadian: Foto atau video lokasi lubang dan kondisi kerusakan kendaraan/luka korban.

Lapor Polisi: Buat laporan resmi kecelakaan di kantor polisi terdekat sebagai bukti hukum.

Adukan ke Pemerintah: Gunakan kanal pengaduan resmi seperti aplikasi LAPOR! (www.lapor.go.id) agar menjadi atensi pusat.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak kontraktor tidak bermain-main dengan nyawa manusia. Perbaikan jalan harus dilakukan secara tuntas dan aman, bukan justru meninggalkan “jebakan” yang mengintai setiap saat.

(**)

Berita Terkait

Dugaan Menghindari Konfirmasi: Kepsek SDN 128 Kaur Diduga Belum Jelaskan Pengelolaan Dana Revitalisasi APBN Rp385 Juta
Dana Desa Bekerja Nyata: Jalan ke Persawahan Talang Marap Mulai Dikerjakan
Semangat Kebangsaan Membara: SDN 4 Kaur Gelar Perlombaan Sambut HUT RI ke-81, Tanam Cinta Tanah Air Sejak Dini
Sinergi Pengawasan & Pengelolaan: Kaur Siap Terapkan Standar Nasional Pengelolaan Dana Pendidikan
Jaga Kondusivitas Daerah, Kapolres Kaur Perkuat Sinergitas dengan Bawaslu dan KPU
Peringati Hari Jadi Propam Polri ke-24, Polres Kaur Gelar Baksos: Hadir Nyata Bantu Warga Kurang Mampu dan Disabilitas
Guna Maksimalkan Pelayanan Medis, Dinkes Kaur Alokasikan Rp449 Juta untuk Ambulans Baru
Kejahatan Kemanusiaan! Wakil Ketua DPD PDIP Bengkulu Kecam Keras Dugaan Pemerkosaan Anak Kandung: Hukum Seberat-Beratnya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Dugaan Menghindari Konfirmasi: Kepsek SDN 128 Kaur Diduga Belum Jelaskan Pengelolaan Dana Revitalisasi APBN Rp385 Juta

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Dana Desa Bekerja Nyata: Jalan ke Persawahan Talang Marap Mulai Dikerjakan

Rabu, 30 September 2026 - 16:50 WIB

Semangat Kebangsaan Membara: SDN 4 Kaur Gelar Perlombaan Sambut HUT RI ke-81, Tanam Cinta Tanah Air Sejak Dini

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIB

Sinergi Pengawasan & Pengelolaan: Kaur Siap Terapkan Standar Nasional Pengelolaan Dana Pendidikan

Rabu, 30 September 2026 - 14:01 WIB

Jaga Kondusivitas Daerah, Kapolres Kaur Perkuat Sinergitas dengan Bawaslu dan KPU

Berita Terbaru