Warga Desa Guru Agung II Desak Inspektorat Kaur Audit Ulang Dana Desa 2015–2020, Diduga Kuat Ada Unsur Korupsi

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Suara keras dan kekecewaan mendalam datang dari masyarakat Desa Guru Agung II, Kecamatan Kaur Utara. Melalui seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya demi alasan keamanan, warga menyampaikan desakan resmi agar Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Inspektorat bekerja sama dengan aparat penegak hukum, melakukan audit ulang secara mendetail, totalitas, dan transparan terhadap seluruh pengelolaan serta realisasi Dana Desa dalam kurun waktu 2015 hingga 2020.

Menurut keterangan yang diperoleh, dalam rentang tahun tersebut terdapat dugaan kuat terjadinya penyimpangan keuangan hingga tindak pidana korupsi. Berbagai pos kegiatan yang tercatat dalam laporan pertanggungjawaban desa masih menyisakan tanda tanya besar dan keraguan mendalam di mata masyarakat hingga saat ini, yang memicu ketidakpercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan desa.

“Beberapa hal yang sampai sekarang belum ada kejelasan dan sangat kami ragukan kebenarannya, antara lain dugaan pengadaan seragam BPD yang fiktif, pengadaan ponsel untuk kader desa yang juga fiktif dan tidak ada barangnya, pembangunan pelapis tebing yang diduga ada penandaan harga jauh di atas wajar serta kualitas tidak sesuai spesifikasi, pembangunan gedung desa dengan dugaan kejanggalan harga, hingga persoalan penyertaan modal BUMDes,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga :  Pelantikan Ketua TP-PKK Kecamatan Se-Kabupaten Kaur Masa Bakti 2025–2030: Satukan Langkah, Perkuat Peran Demi Kemajuan dan Kesejahteraan Daerah

Ia menegaskan, persoalan penyertaan modal BUMDes menjadi sorotan paling tajam dan dianggap kejanggalan terparah. Pasalnya, meski dalam laporan tertulis dana tersebut tercatat cair, hingga kini masyarakat tidak pernah melihat wujud usaha, kegiatan, manfaat, maupun produk apa pun yang dihasilkan. “Dana masuk dan tercatat laporan, tapi kami tidak tahu desa ini bergerak di bidang apa, tidak terlihat jejak usaha maupun manfaat ekonomi bagi warga,” tegasnya.

Tokoh masyarakat itu meyakini sepenuh hati, jika Inspektorat bekerja jujur, tuntas, dan bersih beriringan dengan penegak hukum, maka seluruh dugaan kejanggalan akan terungkap jelas. Meski tidak hafal rincian tanggal pasti, warga menuntut pemeriksaan ulang yang terperinci, menyeluruh, dan tidak ada yang ditutup-tutupi. “Kami yakin betul kalau diperiksa sampai akar-akarnya, akan ditemukan fakta pidana. Semua dana tahun itu harus diperiksa detail, pasti ada temuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian Sambut HUT Bhayangkara, Polsek Tanjung Kemuning Adakan Pengobatan Gratis

Masyarakat berharap tegas, apabila hasil audit ulang nanti membuktikan benar adanya penyimpangan dan unsur pidana, maka Inspektorat segera menyerahkan seluruh berkas, data, dan bukti lengkap kepada aparat hukum. Hal ini agar pihak-pihak yang bertanggung jawab bisa diproses sesuai aturan berlaku, demi keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh warga desa.

Pernyataan ini disampaikan sebagai suara terbuka masyarakat, yang menyayangkan kasus ini sebenarnya sudah pernah terungkap sebelumnya namun tak ada tindak lanjut dan seolah tenggelam. “Dulu kasus ini pernah terbuka, tapi sampai sekarang diam seribu bahasa. Kami kecewa dan kurang puas. Pernyataan ini kami sampaikan demi desa yang lebih maju, bersih, dan demi keadilan umum,” pungkasnya. Hingga berita diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Desa, Kecamatan, Inspektorat, maupun Pemerintah Daerah.

(Tim/Red)

Berita Terkait

GAMAS Jadi Momentum Penting: Bupati Gusril Tekankan Peran Sentral Ayah dalam Pendidikan
Di Balik Pembangunan, Ada Hati Yang Selalu Hadir: Bupati Kaur Jenguk Warga Pasca Kecelakaan di Nasal
Kasus Dugaan Korupsi Desa Kasuk Baru Mandek Setahun, LPRI Kritik Kinerja Kejari Kaur: Kajari Hanya Minta Koordinasi ke Kantor
LPRI Kritik Keras Kinerja Kejari Kaur: Kasus Dugaan Korupsi Desa Kasuk Baru Mandek Setahun, Minta Pengawasan Penuh Kejati Hingga Kejagung
Bukti Kepedulian Pemerintah Kaur: Program Bedah Rumah 2026 Angkat Derajat Warga Kurang Mampu
Perda Penertiban Hewan Ternak Disosialisasikan Secara Gencar di Kaur Selatan
Hati Peka, Tanggap Sigap: Bupati Kaur Bantu Korban Kecelakaan di Depan Indomaret Sukarame
Demi Kemajuan Daerah, Bupati Kaur Perintahkan Penertiban Hewan Ternak Tanpa Kompromi
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:03 WIB

GAMAS Jadi Momentum Penting: Bupati Gusril Tekankan Peran Sentral Ayah dalam Pendidikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:49 WIB

Di Balik Pembangunan, Ada Hati Yang Selalu Hadir: Bupati Kaur Jenguk Warga Pasca Kecelakaan di Nasal

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:50 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Desa Kasuk Baru Mandek Setahun, LPRI Kritik Kinerja Kejari Kaur: Kajari Hanya Minta Koordinasi ke Kantor

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:07 WIB

LPRI Kritik Keras Kinerja Kejari Kaur: Kasus Dugaan Korupsi Desa Kasuk Baru Mandek Setahun, Minta Pengawasan Penuh Kejati Hingga Kejagung

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:24 WIB

Bukti Kepedulian Pemerintah Kaur: Program Bedah Rumah 2026 Angkat Derajat Warga Kurang Mampu

Berita Terbaru