Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Menyikapi sering terjadinya perkelahian hingga menimbulkan korban jiwa di Kabupaten Kaur, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan desakan tegas. Kritik dan harapan ini disampaikan agar didengar dan segera ditindaklanjuti demi keamanan serta ketertiban seluruh warga, Selasa (30/6/2026).
Mereka meminta Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P. dan Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., beserta dinas terkait, bekerja sama erat dengan aparat penegak hukum meliputi Polri, TNI, dan unsur terkait lainnya. Tujuannya adalah tidak lagi memberikan izin penyelenggaraan hajatan pesta malam, pasar malam, maupun segala bentuk aktivitas perjudian di wilayah Kabupaten Kaur.
Berdasarkan informasi di lapangan, hampir semua kegiatan tersebut berlangsung tanpa izin resmi. Artinya tidak ada pihak yang bertanggung jawab secara hukum, sehingga berisiko tinggi menimbulkan gangguan keamanan bahkan tindak pidana.
Tokoh masyarakat menilai kegiatan itu masih rutin berjalan di berbagai wilayah di Kabupaten Kaur. Suasana malam kerap menjadi tempat berkumpul yang rentan menimbulkan perselisihan, penyalahgunaan minuman keras, obat-obatan terlarang, hingga tindakan kekerasan yang merenggut nyawa.
Langkah tegas ini diperlukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga. Lebih penting lagi, upaya ini bertujuan melindungi generasi muda agar tidak terjerumus ke lingkungan buruk, baik bagi warga Kaur maupun masyarakat dari luar daerah.
Mereka berharap Pemerintah Daerah dan aparat bersikap tegas, konsisten, dan tidak pandang bulu. Pengawasan serta penindakan harus dilakukan secara nyata dan menyeluruh, jangan hanya berhenti pada peringatan semata.
Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Kabupaten Kaur menjadi daerah yang aman, nyaman, dan tenteram, serta terhindar dari peristiwa kekerasan yang meresahkan masyarakat.
(Okawa)











