Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Sebanyak 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 177 Periode ke-108 Universitas Bengkulu (UNIB) resmi memulai pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Tanjung Kemuning II, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur. Selama 45 hari ke depan, mereka melaksanakan program unggulan berupa pengelolaan sampah minim asap guna mewujudkan lingkungan desa yang lebih sehat dan berkelanjutan, terhitung Rabu (24/6/2026).
Penerjunan tim mahasiswa dilakukan secara resmi pada tanggal yang sama. Acara serah terima diselenggarakan di kediaman sekaligus tempat tinggal sementara mahasiswa di desa tersebut, dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta warga setempat sebagai wujud dukungan awal.
Selama masa pengabdian, seluruh kegiatan akan dipusatkan di posko yang terletak di rumah Kepala Desa. Tempat ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, wadah diskusi, serta tempat pelaksanaan seluruh rencana kerja yang telah disusun.
Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada penanganan sampah semata. Tim juga menyiapkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata yang ada di desa tersebut.
Program pengelolaan sampah minim asap dipilih untuk mengatasi kebiasaan masyarakat yang masih sering membakar sampah. Melalui pendekatan edukasi dan pendampingan langsung, mahasiswa berupaya mengubah kebiasaan tersebut menjadi cara penanganan yang lebih ramah lingkungan.
Kepala Desa Tanjung Kemuning II, Dandi Yudias Hindarta, menyampaikan sambutan hangat dan apresiasi atas kehadiran mahasiswa. Ia berharap program yang dibawa dapat memberikan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi warga.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami tatanan sosial, ekonomi, dan budaya desa. Kami juga berharap ilmu yang disampaikan dapat terus diterapkan setelah masa KKN berakhir,” ujarnya.
(Okawa)











