Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Bagian kanopi Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bandu Agung, Kecamatan Kaur Utara, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dilaporkan ambruk saat pembangunan masih berlangsung. Peristiwa yang terekam dalam video dan beredar di masyarakat ini memunculkan dugaan kuat bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, sekaligus mempertanyakan kualitas konstruksi yang dibangun.
Ambruknya kanopi diduga disebabkan struktur penyangga yang tidak mampu menahan beban konstruksi. Kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap kualitas material dan metode pengerjaan yang diterapkan di lapangan.
Saat dikonfirmasi pada Minggu (14/6/2026), pihak pelaksana bernama Yudi membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan proses perbaikan sedang dilakukan. Kontraktor, Dodi, menyarankan pembahasan dilakukan secara langsung.
“Jika ingin bertemu, silakan ke Koramil bersama Pak Bung. Jika di Manna atau Bengkulu Selatan, bisa di sekretariat. Selama pengerjaan, seluruh tahap diawasi oleh Babinsa,” ujarnya dikutip dari media Repoeblik.com
Tokoh muda sekaligus pengawas sosial, Liharman akrab di sapa Cighal SP3, menilai insiden ini menjadi tanda awal yang perlu diteliti lebih lanjut. Ia menduga pekerjaan tidak sejalan dengan standar teknis yang ditetapkan.
“Kami menduga pelaksanaannya tidak sesuai ketentuan. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi merugikan keuangan negara Republik Indonesia,” tegasnya.
Selain mutu bangunan, Liharman menyoroti ketiadaan transparansi. Sejak awal hingga berjalannya proyek, tidak terpasang papan informasi yang memuat nama perusahaan pelaksana, besaran anggaran, sumber dana, maupun jadwal pelaksanaan.
“Tanpa informasi yang jelas, masyarakat tidak bisa mengawasi. Ini membuka celah terjadinya penyimpangan,” tambahnya.
Ia mendesak instansi berwenang dan pengawas teknis segera turun ke lokasi. Jika terbukti tidak sesuai spesifikasi, perbaikan mutu dan penjatuhan sanksi harus dilakukan demi menjaga akuntabilitas dana negara.
(**)











