Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Seorang remaja berusia 15 tahun bernama Ronaldo, warga Desa Tanjung Kemuning I, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu menderita penyakit serius berupa tumor otak dan hidrosefalus. Ia merupakan anak yatim piatu, putra almarhum Widi Harto dan almarhumah Yulismi. Sejak duduk di bangku TK, ia sudah ditinggalkan orang tuanya dan hidup bersama nenek dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas.
Kesehatan Ronaldo mulai memburuk setelah mengalami demam tinggi yang berlangsung lama. Awalnya ia dirawat selama seminggu di Rumah Sakit Asyifa Kota Manna dan sempat menunjukkan perbaikan. Namun saat kontrol ulang, dokter menyarankan pemeriksaan lebih lanjut ke Bengkulu. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu menemukan adanya penumpukan cairan di kepala, dan ia sempat menjalani tindakan medis di rumah sakit tersebut.
Pengobatan Ronaldo harus dilanjutkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk penanganan lebih lanjut dan operasi. Namun rencana ini terhambat oleh keterbatasan biaya. Sebagai anak dari keluarga tidak mampu, ia dan kerabat tidak memiliki dana yang cukup untuk menanggung seluruh kebutuhan pengobatan, perjalanan, dan perawatan di rumah sakit rujukan nasional.
Keluarga dan kerabat memohon uluran tangan dari seluruh lapisan masyarakat. Mereka mengajak warga Kabupaten Kaur dan masyarakat se-Provinsi Bengkulu untuk menyisihkan rezeki seikhlasnya guna membantu kesembuhan Ronaldo.
Selain meminta bantuan sosial, pihak keluarga juga secara tegas memohon perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kaur dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Diharapkan ada dukungan nyata sesuai ketentuan yang berlaku agar Ronaldo dapat segera mendapatkan penanganan medis yang layak.
Bantuan dapat disalurkan melalui rekening atas nama kakak kandung Ronaldo:
📌 Bank BNI: 1324111402
📌 Atas Nama: Lidia Carolin
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa, perhatian, dan bantuan yang telah maupun akan diberikan. Mereka juga memohon agar informasi ini dapat disampaikan kepada orang sebanyak mungkin, jum’at (12/6/2026).
(**)











