Keluh Kesah Petani Sawit Kaur, DPRD dan Dinas Terkait Belum Ada Tanggapan

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Kaur menyampaikan keluhan mendasar terkait kesulitan menyalurkan hasil panen ke pabrik pengolahan. Hal ini disampaikan langsung oleh Pringki kepada awak media pada Sabtu (13/6/2026).

Permasalahan utama adalah antrean kendaraan pengangkut tandan buah segar yang sangat panjang, bahkan bisa berlangsung hingga tiga hari. Kondisi ini terjadi di pabrik yang berlokasi di Desa Tanjung Bulan dan Desa Beriang Tinggi, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Akibat menunggu terlalu lama, kualitas buah menurun drastis hingga banyak yang membusuk. Masalah makin berat karena penampung sering menolak membeli dengan alasan antrean padat, padahal harga jual di pasar sedang cukup baik. Petani pun harus menanggung kerugian besar, yang diperparah oleh kapasitas tampung pabrik yang terbatas sehingga tidak dapat menampung seluruh pasokan. Pringki juga menyampaikan kekhawatiran akan kemungkinan adanya praktik yang tidak wajar di lapangan.

Baca Juga :  Pemdes Tanjung Agung Ajak Warga Meriahkan Pesta Rakyat dan Dukung Penuh Festival Gurita 2026.

Dalam konteks ini, peran DPRD Kabupaten Kaur menjadi sangat krusial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Berdasarkan pasal-pasalnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan pembentukan peraturan daerah. Secara khusus, DPRD berwenang mengawasi pelaksanaan kebijakan daerah, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai ketentuan demi melindungi kepentingan rakyat.

Sementara itu, peran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Perindagkop) Kabupaten Kaur didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta peraturan pelaksanaannya. Instansi ini bertugas mengatur, membina, dan mengawasi kelancaran arus perdagangan, menjamin ketersediaan barang, serta melindungi hak dan kepentingan pelaku usaha kecil termasuk petani agar tidak dirugikan dalam proses transaksi dan penyerahan hasil produksi.

Baca Juga :  Pelantikan Ketua TP-PKK Kecamatan Se-Kabupaten Kaur Masa Bakti 2025–2030: Satukan Langkah, Perkuat Peran Demi Kemajuan dan Kesejahteraan Daerah

Pringki meminta kedua lembaga tersebut segera menjalankan kewajiban hukumnya: DPRD turun langsung meninjau lokasi dan mengawasi penyelesaian masalah, sedangkan Dinas Perindagkop mengambil langkah teknis agar arus penyerahan buah berjalan lancar dan tidak ada penolakan yang merugikan. Harapannya, solusi nyata dapat ditemukan agar hak-hak petani tetap terjaga sesuai aturan yang berlaku.

Namun hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Kabupaten Kaur maupun Kepala Dinas Perindagkop Kaur yang dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan apa pun. Sikap ini menimbulkan kesan kurangnya perhatian dan kepedulian, padahal kewajiban mereka telah diatur secara tegas dalam undang-undang.

Sementara itu, tanggapan dari pihak perusahaan pengolahan sawit yang bersangkutan masih terus diupayakan oleh awak media. Kehadiran pengawasan yang tegas dan respons cepat sangat dibutuhkan agar keadilan terjaga dan kerugian yang lebih besar dapat dicegah.

(Okawa)

Berita Terkait

GAMAS Jadi Momentum Penting: Bupati Gusril Tekankan Peran Sentral Ayah dalam Pendidikan
Di Balik Pembangunan, Ada Hati Yang Selalu Hadir: Bupati Kaur Jenguk Warga Pasca Kecelakaan di Nasal
Kasus Dugaan Korupsi Desa Kasuk Baru Mandek Setahun, LPRI Kritik Kinerja Kejari Kaur: Kajari Hanya Minta Koordinasi ke Kantor
LPRI Kritik Keras Kinerja Kejari Kaur: Kasus Dugaan Korupsi Desa Kasuk Baru Mandek Setahun, Minta Pengawasan Penuh Kejati Hingga Kejagung
Bukti Kepedulian Pemerintah Kaur: Program Bedah Rumah 2026 Angkat Derajat Warga Kurang Mampu
Perda Penertiban Hewan Ternak Disosialisasikan Secara Gencar di Kaur Selatan
Hati Peka, Tanggap Sigap: Bupati Kaur Bantu Korban Kecelakaan di Depan Indomaret Sukarame
Demi Kemajuan Daerah, Bupati Kaur Perintahkan Penertiban Hewan Ternak Tanpa Kompromi
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:03 WIB

GAMAS Jadi Momentum Penting: Bupati Gusril Tekankan Peran Sentral Ayah dalam Pendidikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:49 WIB

Di Balik Pembangunan, Ada Hati Yang Selalu Hadir: Bupati Kaur Jenguk Warga Pasca Kecelakaan di Nasal

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:50 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Desa Kasuk Baru Mandek Setahun, LPRI Kritik Kinerja Kejari Kaur: Kajari Hanya Minta Koordinasi ke Kantor

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:07 WIB

LPRI Kritik Keras Kinerja Kejari Kaur: Kasus Dugaan Korupsi Desa Kasuk Baru Mandek Setahun, Minta Pengawasan Penuh Kejati Hingga Kejagung

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:24 WIB

Bukti Kepedulian Pemerintah Kaur: Program Bedah Rumah 2026 Angkat Derajat Warga Kurang Mampu

Berita Terbaru