Bengkulu || Pustakarakyat.com – Sebuah peristiwa haru terjadi di kawasan Sukarame, Kota Bengkulu, Sabtu (4/7/2026). Saat sedang melintas di depan gerai Indomaret setempat, Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., menyaksikan langsung kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor. Tanpa menunggu perintah atau protokol khusus, beliau segera mengambil sikap tegas untuk turun tangan.
Melihat situasi darurat di hadapannya, Gusril seketika memerintahkan kendaraannya berhenti dan langsung turun dari mobil. Tindakan ini murni lahir dari gerak hati yang tulus, bukan pertimbangan jabatan atau pencitraan semata, melainkan naluri kuat untuk menolong sesama manusia yang sedang tertimpa musibah.
Di lokasi kejadian, Bupati tidak segan terjun langsung bersama warga yang berkumpul. Beliau membantu memberikan pertolongan awal kepada korban, sekaligus ikut mengangkat kendaraan yang terguling serta mengamankan posisi agar tidak menimbulkan bahaya baru bagi pengendara lain yang lewat.
Respons cepat dan tenang ini seketika meredakan suasana yang semula tegang dan panik. Kehadiran sosok pemimpin di tengah keramaian memberikan ketenangan tersendiri bagi korban maupun saksi mata yang hadir, membuktikan bahwa kepemimpinan sejati hadir di mana pun dibutuhkan.
Warga yang menyaksikan langsung memberikan apresiasi mendalam. Mereka menilai sikap Gusril mencerminkan kepedulian tinggi dan rasa kemanusiaan yang melampaui batas jabatan. Bagi beliau, menjadi pemimpin berarti tetap menjadi manusia yang peka terhadap penderitaan orang lain, di mana pun dan kapan pun.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga: nilai luhur tidak mengenal pangkat atau wilayah kerja. Ketika ada orang yang membutuhkan uluran tangan, tindakan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar ucapan belasungkawa dari jauh.
“Menolong sesama adalah panggilan hati. Semoga para korban segera mendapatkan penanganan medis terbaik dan lekas pulih sepenuhnya,” ujar Gusril singkat namun sarat makna, meninggalkan kesan mendalam tentang sosok pemimpin yang dekat dan hadir nyata di tengah masyarakat.
(Okawa)











