Kaur || Pustakarakyat.com – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, diminta segera memberikan teguran dan instruksi tegas kepada Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, khususnya Bidang Bina Marga, maupun pihak pengelola anggaran pemangkasan rutin atau yang dikenal dengan pos anggaran “Tebas Bayang”. Permintaan ini disampaikan menyusul kondisi memprihatinkan pada ruas jalan penghubung Kecamatan Kinal dan Kecamatan Lungkang Kule, yang dinilai sangat mengabaikan keselamatan pengguna jalan akibat kurangnya perawatan berkala.
Keluhan ini disampaikan langsung oleh Aprin Taskan Yanto, warga Desa Gunung Terang, Kecamatan Kinal. Sebagai petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju lahan usahanya, Aprin mengaku sangat khawatir melihat kondisi jalan yang kini tidak lagi layak dan aman untuk dilalui.
“Kami warga di wilayah perbatasan ini datang menyampaikan keluhan dengan harapan ada perhatian dan tindakan nyata. Apa yang kami lihat di lapangan sungguh memprihatinkan. Sepanjang badan jalan, di beberapa titik rumput dan semak belukar di sisi kiri-kanan tumbuh sangat lebat dan tinggi. Pucuk-pucuk tanaman itu bahkan sudah saling hampir bertemu di tengah jalan, seolah-olah sedang ‘bersalaman’. Kalau manusia bersalaman itu hal baik, tapi kalau tanaman yang hampir menutupi jalan raya, itu sudah jadi masalah besar,” ungkap Aprin, Minggu (31/5/2026).
Ia menambahkan, pemandangan tersebut seolah tanaman sedang saling bermaaf-maafan layaknya suasana hari raya Idul Adha, padahal bagi pengendara, kondisi itu adalah sumber bahaya nyata. Pandangan ke depan menjadi hampir terhalang total, sehingga pengendara sulit melihat kendaraan dari arah berlawanan. Belum lagi risiko tergores ranting atau duri yang bisa melukai siapa saja yang melintas.
“Kondisinya sudah sangat parah, Pak Gubernur. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat susah melihat ke depan. Belum lagi bahaya fisik dari ranting atau duri yang bisa melukai kami yang lewat di pinggir jalan,” tambahnya.
Pihaknya juga mempertanyakan jadwal pemeliharaan yang seharusnya berjalan rutin. Padahal, jalan ini merupakan aset provinsi yang dibangun lebar dan berkualitas baik, namun kini terasa sempit dan terabaikan.
“Kami ingin bertanya, sebenarnya dalam setahun berapa kali jadwal pemangkasan di jalur ini dilakukan? Jalan yang luas dan bagus ini sekarang seolah menyempit. Semak belukar itu seakan ‘berpelukan’ bahkan ‘berciuman’ di tengah jalan karena sudah hampir bertemu satu sama lain. Sangat disayangkan fasilitas umum yang baik ini tidak terawat,” tegas Aprin.
Mewakili suara masyarakat sekitar, Aprin memohon agar pemerintah provinsi segera bertindak cepat. Ia yakin Gubernur sangat peduli pada keselamatan rakyat, sehingga berharap keluhan ini tidak hanya didengar, tapi ditindaklanjuti.
“Kami sangat berharap Bapak Gubernur memerintahkan Dinas PUPR segera menurunkan tim untuk pembabatan dan pembersihan total. Kami ingin jalan penghubung Kinal – Lungkang Kule ini kembali bersih, terawat, dan aman dilalui kapan saja. Jangan sampai ini hanya sekadar keluhan yang tak ada jawabnya,” pungkasnya penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas PUPR Provinsi Bengkulu terkait kondisi jalur strategis tersebut.
(Okawa)











