Proyek SPAM Desa Padang Petron Bernilai Rp578 Juta, Warga Keluhkan Pasokan Air Justru Terganggu di Tengah Musim Kemarau

Proyek SPAM Desa Padang Petron Bernilai Rp578 Juta, Warga Keluhkan Pasokan Air Justru Terganggu di Tengah Musim Kemarau

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Sebuah papan proyek milik Pemerintah Kabupaten Kaur terpasang di lokasi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Padang Petron, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Proyek pembangunan ini bernilai Rp578.502.406,04, bersumber dari APBD Kabupaten Kaur, dengan pelaksana CV. Sumber Air Bersaudara dan pengawas CV. Sinar Jaya Engineering, serta waktu pelaksanaan selama 100 hari kalender. Namun di tengah musim kemarau yang melanda, warga justru mengeluhkan pasokan air bersih yang terganggu, Kamis (6/8/2026).

Warga menyampaikan bahwa dulunya air dapat mengalir lancar, bahkan saat uji coba pun dapat dialirkan selama satu jam penuh. Namun kini, pasokan air justru berhenti dan diduga kuat kerusakan pada mesin penggerak menjadi penyebab utamanya. “Kalau mesin bagus, apalagi yang diimpor dari Angkasa, insyaallah belum akan rusak,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mempertanyakan kualitas peralatan yang dipasang dalam proyek tersebut.

Di tengah musim kemarau yang semakin terasa, air bersih menjadi kebutuhan dasar yang paling mendesak dan tidak bisa ditawar. Warga pun berharap Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP. dan Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I. berkenan turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi yang sebenarnya terjadi, sehingga dapat diketahui secara pasti apakah kendala utamanya terletak pada kerusakan mesin, kualitas pembangunan, maupun hal lainnya.

Baca Juga :  Polres Kaur Raih Penghargaan Kapolda Bengkulu, Sukses Jalankan OPS Keselamatan Dengan Prestasi Memukau

Warga juga memohon agar Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas PUPR dapat bersikap cepat tanggap, segera memerintahkan pengecekan menyeluruh, dan melakukan perbaikan secepatnya apabila terbukti memang terdapat kerusakan mesin, kendala teknis, maupun kualitas pekerjaan yang tidak sesuai harapan. Keterlambatan penanganan dikhawatirkan semakin memberatkan warga yang setiap hari kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan rumah tangga.

Proyek yang bernilai ratusan juta rupiah ini seharusnya menjadi solusi jangka panjang bagi ketersediaan air bersih warga Desa Padang Petron. Namun kenyataannya, pasokan air justru terhenti di saat yang paling dibutuhkan, memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai kualitas pembangunan, pemilihan peralatan, maupun pengawasan yang dilakukan selama proses pelaksanaan berlangsung.

Baca Juga :  Ruang Diskusi Dibuka, Anggota DPRD Sampaikan Kritik Tegas Demi Kemajuan Kaur

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kaur Lindartawan belum memberikan tanggapan. Media ini senantiasa akan terus berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan hak jawab yang berimbang, sehingga masyarakat dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Hingga saat ini, tanggapan resmi dari pihak dinas maupun pimpinan daerah terus diupayakan, termasuk dari pelaksana dan pengawas proyek, guna memperoleh kejelasan menyeluruh mengenai masalah yang dihadapi warga.

Harapan warga sangat sederhana namun mendesak: agar proyek yang telah dibangun dengan biaya APBD yang tidak sedikit ini dapat berfungsi optimal dan bermanfaat sebagaimana mestinya. Kehadiran langsung pimpinan daerah dinilai akan menjadi langkah konkret yang menenangkan masyarakat, sekaligus mempercepat penanganan sehingga warga Desa Padang Petron dapat kembali memperoleh akses air bersih yang layak, terlebih di tengah musim kemarau yang semakin berkepanjangan.

(Okawa)

Berita Terkait

Rem Mengunci di Tengah Jalan, Truk Ekspedisi Jakarta–Bengkulu Tergelincir di Pantai Padang Baru Kaur
Revitalisasi SDN 26 Kaur: Dana Hampir Rp1 Miliar Mengalir, Namun Keselamatan Pekerja Diduga Diabaikan
Dinas LH Kaur Akui Keterbatasan Armada: Usulkan 6 Truk, Bak Kontainer per Kecamatan, dan TPS per Dapil Demi Benahi Sampah
Capaian Polres Kaur: 5 Perkara Terungkap, Narkoba Diberantas, Lalu Lintas Dibereskan — Demi Kaur yang Lebih Aman
Wajah Kaur Ternoda: Sampah di Dekat RSUD Menjadi Sorotan Tajam Pemuda
Hadir Langsung di Tengah Warga, Kapolres Kaur Tegas: Cegah Karhutla atau Dihukum Sesuai Undang-Undang
Medali Emas Pencak Silat Road to Olympic Milik Putri Saidatina Aisyah, Bukti Anak Daerah Bisa Bersinar di Panggung Internasional
Bukan Hanya Menghubungkan Tempat, Tapi Masa Depan: Bupati dan Kapolres Kaur Bersama Warga Resmikan Jembatan Sentra Produksi
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:41 WIB

Rem Mengunci di Tengah Jalan, Truk Ekspedisi Jakarta–Bengkulu Tergelincir di Pantai Padang Baru Kaur

Jumat, 18 September 2026 - 11:49 WIB

Revitalisasi SDN 26 Kaur: Dana Hampir Rp1 Miliar Mengalir, Namun Keselamatan Pekerja Diduga Diabaikan

Jumat, 18 September 2026 - 11:30 WIB

Dinas LH Kaur Akui Keterbatasan Armada: Usulkan 6 Truk, Bak Kontainer per Kecamatan, dan TPS per Dapil Demi Benahi Sampah

Kamis, 17 September 2026 - 16:45 WIB

Capaian Polres Kaur: 5 Perkara Terungkap, Narkoba Diberantas, Lalu Lintas Dibereskan — Demi Kaur yang Lebih Aman

Rabu, 16 September 2026 - 20:14 WIB

Wajah Kaur Ternoda: Sampah di Dekat RSUD Menjadi Sorotan Tajam Pemuda

Berita Terbaru

Kabupaten kaur

Wajah Kaur Ternoda: Sampah di Dekat RSUD Menjadi Sorotan Tajam Pemuda

Rabu, 16 Sep 2026 - 20:14 WIB