Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Sebuah papan proyek milik Pemerintah Kabupaten Kaur terpasang di lokasi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Padang Petron, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Proyek pembangunan ini bernilai Rp578.502.406,04, bersumber dari APBD Kabupaten Kaur, dengan pelaksana CV. Sumber Air Bersaudara dan pengawas CV. Sinar Jaya Engineering, serta waktu pelaksanaan selama 100 hari kalender. Namun di tengah musim kemarau yang melanda, warga justru mengeluhkan pasokan air bersih yang terganggu, Kamis (6/8/2026).
Warga menyampaikan bahwa dulunya air dapat mengalir lancar, bahkan saat uji coba pun dapat dialirkan selama satu jam penuh. Namun kini, pasokan air justru berhenti dan diduga kuat kerusakan pada mesin penggerak menjadi penyebab utamanya. “Kalau mesin bagus, apalagi yang diimpor dari Angkasa, insyaallah belum akan rusak,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mempertanyakan kualitas peralatan yang dipasang dalam proyek tersebut.
Di tengah musim kemarau yang semakin terasa, air bersih menjadi kebutuhan dasar yang paling mendesak dan tidak bisa ditawar. Warga pun berharap Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP. dan Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I. berkenan turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi yang sebenarnya terjadi, sehingga dapat diketahui secara pasti apakah kendala utamanya terletak pada kerusakan mesin, kualitas pembangunan, maupun hal lainnya.
Warga juga memohon agar Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas PUPR dapat bersikap cepat tanggap, segera memerintahkan pengecekan menyeluruh, dan melakukan perbaikan secepatnya apabila terbukti memang terdapat kerusakan mesin, kendala teknis, maupun kualitas pekerjaan yang tidak sesuai harapan. Keterlambatan penanganan dikhawatirkan semakin memberatkan warga yang setiap hari kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan rumah tangga.
Proyek yang bernilai ratusan juta rupiah ini seharusnya menjadi solusi jangka panjang bagi ketersediaan air bersih warga Desa Padang Petron. Namun kenyataannya, pasokan air justru terhenti di saat yang paling dibutuhkan, memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai kualitas pembangunan, pemilihan peralatan, maupun pengawasan yang dilakukan selama proses pelaksanaan berlangsung.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kaur Lindartawan belum memberikan tanggapan. Media ini senantiasa akan terus berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan hak jawab yang berimbang, sehingga masyarakat dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Hingga saat ini, tanggapan resmi dari pihak dinas maupun pimpinan daerah terus diupayakan, termasuk dari pelaksana dan pengawas proyek, guna memperoleh kejelasan menyeluruh mengenai masalah yang dihadapi warga.
Harapan warga sangat sederhana namun mendesak: agar proyek yang telah dibangun dengan biaya APBD yang tidak sedikit ini dapat berfungsi optimal dan bermanfaat sebagaimana mestinya. Kehadiran langsung pimpinan daerah dinilai akan menjadi langkah konkret yang menenangkan masyarakat, sekaligus mempercepat penanganan sehingga warga Desa Padang Petron dapat kembali memperoleh akses air bersih yang layak, terlebih di tengah musim kemarau yang semakin berkepanjangan.
(Okawa)











