Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Menanggapi keluhan masyarakat Desa Padang Petron, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, terkait terganggunya pasokan air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun pada tahun 2025, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kaur Lindartawan memberikan penjelasan resmi melalui konfirmasi via telepon seluler, Kamis (6/8/2026). Pernyataan ini menjadi tanggapan resmi pihak dinas terkait menyusul keluhan warga yang mengaku pasokan air justru terhenti di tengah musim kemarau yang melanda.
Pada saat serah terima proyek kepada masyarakat, kondisi sarana dan prasarana yang dibangun pada tahun 2025 tersebut dinyatakan berfungsi cukup baik. Namun kini, adanya keluhan terganggunya pasokan air bersih menunjukkan bahwa terdapat hal yang perlu ditelusuri lebih mendalam guna memastikan penyebab pastinya. Pihaknya menyatakan sangat memahami pentingnya ketersediaan air bersih, terlebih di saat kebutuhan warga semakin mendesak akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
“Yang jelas, kami Dinas PUPR Kabupaten Kaur sangat peduli dan tanggap terhadap keluhan tersebut,” tegas Lindartawan. Sikap responsif ini menunjukkan bahwa pihak dinas tidak menutup mata terhadap laporan yang masuk, dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap penanganan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan dasar warga.
Dalam waktu dekat, pihaknya bersama jajaran Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Kaur akan turun langsung ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi yang berkembang serta meneliti secara langsung apa yang sebenarnya menjadi kendala sehingga air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya. Peninjauan langsung ini dilakukan guna mendapatkan gambaran yang akurat dan objektif di lapangan, mengingat proyek SPAM tersebut baru berjalan kurang dari satu tahun.
“Apakah kendala tersebut terletak pada mesin atau hal lainnya, nanti akan ketahuan setelah kami periksa secara langsung,” ungkapnya. Dengan demikian, pihak dinas tidak langsung menyimpulkan penyebab masalah, melainkan memastikan terlebih dahulu melalui pemeriksaan menyeluruh agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran dan efektif, mengingat usia pembangunan yang tergolong masih baru.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas informasi yang disampaikan oleh masyarakat maupun media. Hal ini dinilai sangat membantu dalam pengawasan dan pemantauan kinerja sarana prasarana yang telah dibangun pada tahun 2025 tersebut. “Kami akan tetap profesional dalam melayani masyarakat Kaur, khususnya dalam kegiatan yang menjadi lingkup tugas Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Kaur,” ujar Lindartawan.
Komitmen untuk tetap hadir, responsif, dan profesional menjadi jaminan bagi masyarakat Kabupaten Kaur bahwa setiap keluhan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan serius. Diharapkan setelah peninjauan langsung dilakukan, kendala dapat segera diketahui dan diselesaikan, sehingga warga Desa Padang Petron dapat kembali menikmati akses air bersih yang lancar dan layak, terlebih di tengah musim kemarau yang semakin terasa.
(Okawa)











