Jakarta || Pustakarakyat.com — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur, Lisarmawan, melaksanakan perjalanan dinas luar wilayah pada Jumat (28/8/2026) dalam rangka agenda pembahasan penting bersama Kementerian Pendidikan Republik Indonesia (Kemendikbud). Dalam pertemuan tersebut, ia duduk bersama membahas berbagai hal strategis demi pengembangan pendidikan di daerah, membawa harapan besar bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
Fokus utama dari pembahasan ini adalah terus berupaya mendorong pembangunan pendidikan melalui alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lisarmawan secara aktif menyampaikan kebutuhan riil di lapangan agar Kabupaten Kaur mendapatkan perhatian yang layak dalam program pembangunan nasional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga dan pelajar di wilayah tersebut.
Secara khusus, ia juga memperjuangkan penambahan alokasi dana revitalisasi bersumber APBN yang diperuntukkan khusus bagi pembangunan gedung baru serta rehabilitasi menyeluruh bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai. Upaya penambahan dana revitalisasi ini menjadi prioritas utama agar kebutuhan sarana prasarana pendidikan yang mendesak dapat terpenuhi secara optimal dan merata ke seluruh satuan pendidikan.
Segala upaya ini bermuara pada satu tujuan utama: agar terwujudnya dunia pendidikan di Kabupaten Kaur yang benar-benar layak, aman, dan nyaman bagi seluruh siswa serta tenaga pendidik. Fasilitas sekolah yang memadai, kokoh, dan memenuhi standar adalah fondasi mutlak yang mendukung kualitas pembelajaran serta membentuk lingkungan belajar yang kondusif dan berdaya guna.
Prinsip kerja keras dan kebersamaan dalam memajukan pendidikan ini sejalan sepenuhnya dengan visi Pemerintah Kabupaten Kaur yang dipimpin Bupati Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., dan Wakil Bupati Abdul Hamid, S.Pd.I. Sinergi yang erat antara pemerintah daerah dengan kementerian pusat menjadi kunci agar alokasi dana APBN maupun dana revitalisasi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Lisarmawan menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui perjuangan terus-menerus, komunikasi yang intens, dan kerja sama yang kuat antarlembaga. Setiap peluang pendanaan, termasuk penambahan kuota revitalisasi, akan terus diperjuangkan agar tidak ada sekolah yang tertinggal dalam peningkatan kualitas fasilitas.
Dengan dukungan dana APBN dan penambahan program revitalisasi yang terus diperjuangkan, diharapkan dunia pendidikan di Kabupaten Kaur dapat melangkah jauh lebih maju, merata, dan berkualitas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen terus berjuang demi masa depan generasi muda yang lebih cerah dan sejahtera.
(Okawa)











