Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur beserta jajarannya melakukan kunjungan ke rumah duka yang berlokasi di Desa Muara Sahung, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, pada Senin (15/6/2026). Kedatangan rombongan ini turut didampingi oleh unsur Majelis Kerjasama Kepala Sekolah (MKKS), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Camat Muara Sahung, Kepala Desa Muara Sahung, serta perwakilan dari instansi terkait lainnya.
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul meninggalnya seorang siswi yang bersekolah di SMP Negeri 12 Kaur. Siswi kelas VII yang dikenal dengan inisial Mawar ini sempat mengalami kondisi pingsan, sehingga segera dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Muara Sahung untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, nyawa siswi tersebut tidak dapat tertolong dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di fasilitas kesehatan setempat. Kejadian ini sontak menyita perhatian pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat sekitar.
Kedatangan rombongan dinas dan unsur pemerintah daerah ini menjadi wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Kaur. Hal ini dilaksanakan di bawah arahan kepemimpinan Bupati Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P dan Wakil Bupati Abdul Hamid, S.Pd.I.
Langkah ini sekaligus menegaskan perhatian penuh pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan serta keselamatan dan nasib setiap warganya, khususnya generasi muda yang sedang menempuh pendidikan.
Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaur, Lisarmawan, memberikan penjelasan resmi guna menghindari beredarnya informasi yang tidak jelas atau menimbulkan spekulasi. Berdasarkan data dan keterangan yang terhimpun, tidak ditemukan adanya unsur keracunan, gigitan ular, maupun faktor eksternal lain yang menjadi penyebab kematian.
“Meninggalnya adik Mawar ini murni merupakan panggilan Tuhan Yang Maha Kuasa, selaku Pencipta alam semesta beserta seluruh isinya,” tegas Lisarmawan secara tegas dan meyakinkan.
Pernyataan ini disampaikan untuk memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan, warga sekolah, dan masyarakat luas. Hal ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta terpercaya demi kemajuan Kabupaten Kaur ke depan.
(Okawa)











