Kaur, Bengkulu || Pustakarakyat.com — Kepemimpinan yang dekat dan responsif kembali ditunjukkan Bupati Kabupaten Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP. Begitu menerima laporan musibah kebakaran yang melanda Desa Talang Tais, Kecamatan Kelam Tengah, Provinsi Bengkulu, beliau langsung meluncur ke lokasi tanpa menunda waktu untuk menengok dan memberikan dukungan langsung kepada keluarga korban, Selasa (1/9/2026).
Musibah kebakaran terjadi pada siang hari itu, menimpa rumah milik Bapak Suadi. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, api diduga kuat bermula dari hubungan arus pendek listrik. Kobaran api dengan cepat membesar dan dalam waktu singkat berhasil menghanguskan seluruh bangunan beserta segala harta benda yang ada di dalamnya.
Kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta. Keluarga korban tidak hanya kehilangan tempat berlindung, tetapi juga seluruh barang milik yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun, sehingga kini harus memulai kembali dari awal di tengah kesedihan mendalam.
Di tengah suasana duka yang menyelimuti, kehadiran Bupati Gusril bukan sekadar kunjungan resmi, melainkan wujud nyata kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kaur. Beliau turut merasakan kepedihan yang dialami keluarga korban, memberikan kekuatan dan semangat agar tetap tabah, sabar, dan mampu bangkit kembali menghadapi cobaan berat ini.
“Musibah ini tentu sangat berat. Kita semua turut berduka atas apa yang dialami keluarga Bapak Suadi. Yang paling utama saat ini adalah keselamatan, dan kita semua akan bergerak bersama membantu mereka untuk bangkit kembali,” ujar Bupati Gusril di hadapan warga dan keluarga korban.
Tak sekadar memberikan dukungan moril, Bupati juga langsung memerintahkan seluruh dinas terkait untuk segera turun ke lokasi, melakukan pendataan secara cermat, serta menyalurkan bantuan dan penanganan yang dibutuhkan agar kebutuhan mendesak keluarga korban segera terpenuhi.
Kehadiran pemimpin tepat di tengah rakyat yang sedang tertimpa musibah membuktikan bahwa pemerintahan tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Hadir saat rakyat berduka, bergerak cepat saat ada persoalan, dan merasakan apa yang dirasakan rakyat — itulah makna kepemimpinan yang dijalankan Gusril Pausi di Kabupaten Kaur: Kaur Bergerak, Kaur Peduli, Kaur Bangkit Bersama.
(Okawa)











