Jakarta || Pustakarakyat.com – Sebuah langkah bersejarah pembentukan karakter generasi muda bangsa mulai dijalankan. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 372 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang diperkuat oleh kehadiran 71 Taruni Akpol, untuk bergabung bersama Taruna Akademi TNI dalam mendampingi siswa di 73 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, melalui Program Taruna Bhakti Tahun 2026. Sinergi ini menjadi wujud nyata dukungan Polri terhadap Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah, sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Program Taruna Bhakti merupakan kolaborasi lintas lembaga antara Kementerian Sosial RI, Akademi TNI, dan Akademi Kepolisian, yang dilaksanakan selama lima hari, 1–5 Agustus 2026, bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui pendampingan ini, para taruna dan taruni membimbing siswa baru untuk mengenal kehidupan berasrama, membangun kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, semangat kebangsaan, serta kebiasaan hidup yang mandiri dan penuh tanggung jawab.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menyampaikan bahwa kehadiran para Taruni Akpol merupakan pelaksanaan arahan langsung Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang saat melepas program ini pada 1 Agustus 2026 menegaskan agar seluruh taruna menjadi teladan dan kakak asuh yang menginspirasi bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat.
“Pesan Bapak Menteri Sosial sangat tegas: para taruna harus membimbing dengan empati dan keteladanan. Polri menerjemahkan arahan tersebut melalui kehadiran 372 Taruna Akpol, termasuk 71 Taruni Akpol yang bergabung bersama Taruna Akademi TNI. Kehadiran para taruni semakin memperkaya proses pendampingan, membawa nilai kepemimpinan, kepedulian, komunikasi yang hangat, serta semangat pengabdian yang mampu menginspirasi seluruh siswa,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Para Taruni Akpol membawa pengalaman yang sama dalam menjalani pendidikan disiplin dan kehidupan berasrama sebagai calon perwira Polri. Pengalaman berharga ini menjadi bekal untuk membantu para siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi tantangan, serta membangun rasa percaya diri yang kokoh sejak langkah pertama memasuki Sekolah Rakyat. Pendampingan pun diarahkan penuh kasih sayang, menjamin bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun perlakuan yang tidak pantas.
Selama masa pendampingan, Taruna dan Taruni Akpol berperan sebagai kakak asuh, mentor, dan teladan nyata. Mereka membimbing siswa melalui berbagai kegiatan pembentukan karakter: pengenalan tata tertib, manajemen waktu, kerapian dan kebersihan, pelatihan baris-berbaris, kepemimpinan, gotong royong, wawasan kebangsaan, kepramukaan, pembinaan kepribadian, penguatan nilai keagamaan, hingga pemberian motivasi agar setiap siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Total kekuatan Polri yang terlibat mencapai 482 personel, yang menjadi bagian dari sinergi nasional bersama lebih dari 1.000 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar pendampingan, melainkan investasi besar bangsa dalam membentuk karakter generasi penerus yang kokoh, berakhlak mulia, dan siap menjadi fondasi kuat tegaknya Indonesia Emas 2045.
(**)
(**)











