Kaur || Pustakarakyat.com – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/05/2026), Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P. menyampaikan ucapan selamat dan pesan mendalam bagi seluruh masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen warga, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas, untuk memaknai ibadah qurban dengan meneladani ketulusan Nabi Ibrahim A.S., yang dengan keikhlasan luar biasa rela menyembelih putra tercintanya Nabi Ismail A.S. semata-mata bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Pengorbanan agung ini menjadi cerminan nyata, bahwa makna qurban sejati adalah keberanian menanggalkan segala keinginan pribadi demi nilai yang jauh lebih luhur dan kepentingan yang lebih besar.
Menurut Gusril Pausi, semangat pengorbanan yang diteladani dari kisah kenabian itu harus menjadi pedoman hidup bersama dalam membangun daerah. Sebagaimana Nabi Ibrahim melepas apa yang paling dicintainya demi ketaatan, seluruh masyarakat dan pemimpin di Kaur pun diajak ikhlas mengesampingkan ego, kepentingan kelompok, maupun golongan. Sikap mengutamakan kepentingan bersama inilah yang menjadi fondasi utama dalam menyukseskan setiap langkah pembangunan di bumi Se’ase Sehijean, agar Kaur senantiasa melangkah maju dan sejahtera.
“Dengan peringatan Hari Raya Qurban ini, semoga kita selalu diberikan kesehatan dan pikiran yang cerdas, agar masyarakat Kaur selalu sejahtera,” ujar Gusril Pausi dalam keterangannya, Selasa (26/05/2026). Ia menambahkan, kecerdasan berpikir yang disertai kejernihan hati dan bersih dari kepentingan sendiri merupakan modal penting bagi warga maupun pemerintah untuk berkolaborasi mengatasi berbagai tantangan ke depan, mempererat tali silaturahmi, serta mengikis habis rasa perselisihan demi kesejahteraan massal.
Lebih dalam lagi, Bupati mengingatkan bahwa esensi ibadah di hari yang mulia ini tak lepas dari sikap saling memaafkan dan menyucikan hati. Saling memaafkan antara sesama anggota keluarga maupun antar warga masyarakat adalah wujud pengorbanan emosional yang tak kalah besar nilainya, guna menghapus rasa sakit hati, memulihkan hubungan persaudaraan, dan menjaga kedamaian agar rukun kembali terjalin di tengah masyarakat Kabupaten Kaur tercinta.
Menutup pesannya yang menyentuh hati ini, orang nomor satu di Kabupaten Kaur ini menyampaikan permohonan maaf yang mendalam, baik lahir maupun batin, kepada seluruh warganya. Beliau berharap keikhlasan beribadah, keteladanan pengorbanan para Nabi, serta sikap saling memaafkan ini membawa keberkahan yang melimpah. “Semoga kita semua mendapatkan nilai ibadah yang lebih baik, keberkahan senantiasa menyertai, dan menjadikan Kabupaten Kaur semakin maju, bermartabat, serta sejahtera untuk semuanya. Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Gusril Pausi.
(Okawa)











